7 Program Unggulan Kemendikbud Tahun 2021

7 Program Unggulan Kemendikbud Tahun 2021

www.siswanesia.com

Mendikbud Nadiem Makarim rapat kerja perdana dengan DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

 

 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan rapat kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pada Senin 22 Juni 2020. Pada rapt ini Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nediem Makarim menyampaikan empat hal penting.

Keempat topik utama tersebut adalah Rencana Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2021 dan Program Indonesia Pintar, Profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari Peta Jalan 2020-2035, Bantuan untuk mahasiswa dan sekolah terdampak Covid-19, serta Penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi Covid-19.

Baca : Bersiaplah! Merdeka Belajar Selama Satu Tahun Diluar Kampus

 

Kartu Indonesia Pintar

Ada beberarapa agenda penting yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Yang pertama Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP yang ditangani oleh Sakritaris Jenderal.

“KIP pada 2021 masih di Kemendikbud dan belum ada rencana dipindahkan,” kata Mendikbud menjawab isu perpindahan KIP ke kementerian lain dikutip dari merderka.

 

Leksikografi Kata dan Istilah

Kegiatan kedua adalah leksikografi sebanyak 25.000 kata dan istilah baru. Ujian Berbahasa Indonesia dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi yang ditangani Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

 

Baca : Liburan Sekolah Dirumah Aja Bisa Dapat Uang

 

Penyediaan Peralatan

Ketiga, penyediaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pendampingan daerah dan penguatan tata kelola yang ditangani Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen).

 

 

Revitalisasi Sekolah

Keempat, sekolah penggerak/revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penguatan sumber daya manusia (SDM) bidang vokasi, serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Vokasi yang ditangani Ditjen Pendidikan Vokasi.

 

Guru Penggerak

Kelima, Guru Penggerak, Organisasi Penggerak, dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditangani Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Keenam, BOPTN Satuan Kerja dan PTN Badan Hukum dan Kerja sama/magang industri (Kampus Merdeka) yang ditangani Ditjen Pendidikan Tinggi.

 

Baca : Kemenag Terbitkan Panduan Belajar Untuk Pendidikan Keagamaan

 

Pengembangan AKM

Ketujuh, pengembangan AKM dan pengembangan perbukuan nasional yang ditangani Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan).

“Balitbang dan Perbukuan akan hampir seratus persen fokus pada pengembangan kurikulum dan asesmen. Pengembangan perbukuan berdasarkan penyederhanaan kurikulum sesuai pengembangan asesmen AKM yang mengacu standar global, yaitu literasi dan numerasi,” terang Mendikbud dikutip dari merdeka.

Nadiem Makarim melanjutkan bahwa aka nada kegiatan dalam sector kebudayaan. Kegiatan tersebut adalah penyelenggaraan event-event dan pengembangan cagar budaya dan museum.

“Kami harapkan perbaikan situasi Covid-19 akan membuat event-event kebudayaan sebagai bagian diplomasi budaya Indonesia yang sudah pernah disebutkan sebelumnya akan berjalan,” ujar Mendikbud. Kemendikbud juga, lanjut dia akan terus mendorong revitalisasi secara selektif cagar budaya agar menjadi kelas dunia dikutip dari Merdeka

 

Sumber : Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *