Aturan Main Ajaran Baru Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi

www.siswanesia.com

Dok. Tribun Palu

 

 

Berikut adalah beberpa peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan ( Kemendikbud ) Nadiem Makarim untuk Tahun Ajaran Baru 2020/2021.

Jadwal masuk sekolah pada ajaran baru telah ditentukan yakni hari Senin 31 Juli 2020. Sekolah Dasar hingga jenjang SMA Sederajat diwajibkan melakanakan Kegiatan Belajar Mengajar pada hari tersebut.

 

Baca : Nadiem Makarim dan Kemendikbud Frustasi Urus Pendidikan

 

Di Jakarta, misalnya. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah memastikan bahwa masuk sekolah tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020.

DKI Jakarta juga memulai Kegiatan Belajar Mengajar pada hari yang sama. Hal tersebut telah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Barwedan. Namun pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar tetap dilakukan melalui online atau Pendidikan Jarak Jauh.

“Jadi perlu kami tegaskan di sini, sekolah belum akan dibuka meskipun tahun ajaran mulai tanggal 13 Juli. Jadi tetap PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh). Di awal tahun ajaran barunya masih tetap di rumah,” kata Anies Baswedan.

 

Baca : Nadiem Makarim Tidak Kompeten Mengurus Pendidikan Indonesia

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa sekolah akan dimulai pada bulan Juli 2020. Namun pelaksanaannya berbeda disetiap daerah ini disebabkan perbedaan status zona. Untuk zona hijau diperbolehkan Kegiatan Belajar Mengajar dengan tatap muka namun untuk zona lainya masih dilarang.

 

“Yang di zona hijau, kami mempersilakan Pemerintah Daerah melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Nadiem Makarim dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

 

“Untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, itu dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.”

 

Peraturan Khusus Daerah Zona Hijau Covid-19

Daerah dengan status zona hijau boleh melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka dengan ketentungan sebagai berikut:

  1. Daerah dengan status zona hijau
  2. Persetujuan Pemerintah Daerah
  3. Sekolah siap dengan protocol Kesehatan
  4. Sekolah siap melakukan pembelajaran tatap muka
  5. Persetuajuan dari orangtua / wali murid

“Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” ujar Mendikbud.

 

Baca : Pendidikan Jarak Jauh Permanen, Inilah Alasan Kemendikbud

 

Sekenario Penerapan Pembelajaran Tatap Muka

Ada tiga tahap pelaksanaan yang akan diterapkan oleh Kemendikbud dalam masa transisi New normal Pendidikan.

Tahap pertama. Jenjang Pendidikan yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka adalah SMP keatas. Meliputi SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, paket B.

Tahap kedua. Akan diberlakukan setelah dua bulan tahap pertama berjalan yakni jenjang SD, MI, Paket A dan SLB

Dan terakhir tahap ketiga. Jenjang PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal dilaksanakan dua bulan setelah tahap kedua.

Sumber : TribunNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *