Awas !!! Digitalisasi Pendidikan Rawan Serangan Siber

Photo by Julia M Cameron from Pexels

 

Kaspersky perusahaan cybersecurity memprediksi bahwa di tahun 2021 Digitalisasi Pendidikan akan semakin meningkat. Pendidikan berbasis video, media sosial dan game akan mendominasi model Pendidikan.

Faktor yang paling mempengaruhi adalah wabah virus covid-19 yang menyerang seluruh dunia. Membuat siswa tidak dapat hadir di sekolah untuk pelajaran tatap muka. Para pengajar juga mengalami hal serupa. Oleh karena itu Pendidikan dialihkan melalui kanal online, misalnya menggunakan zoom.

Digitalisasi Pendidikan akan membawa perkembangan kearah yang lebih baik. Namun Kaspersky memprediksi akan banyak ancaman yang timbul khususnya didunia digital. Berikut adalah ancaman yang mungkin akan terjadi di dunia Pendidikan tahun 2021.

 

Baca : Pendidikan Seks Di Sekolah Kurang, Ini Akibatnya!

 

1. Pengembangan Learning Management System (LMS)

LMS sebenarnya telah digunakan dimasa sekarang ini. Perkembangan akan terus terjadi mengingat proses Pendidikan secara online masih terus dilakukan. Dengan LMS pengajar dapat memonitoring perkembangan peserta didik dan aspek lainnya yang dibutuhkan pengajar.

Dibalik kemudahan dan perkembangan LMS membuat situs phising juga akan meningkat. Tujuan dari situs phising ini sendiri adalah mengambil data pribadi dari pengguna. Selain itu Tindakan phising juga dapat menyebabkan spam yang mengganggu komunitas Pendidikan.

Di tahun 2020 Kaspersky memperoleh sebanyak 168 ribu pengguna unik mengalami berbagai ancaman yang berkedok platform belajar online. Data tersebut meningkat 20,4 persen dibandingkan tahun 2019.
Tidak menutup kemungkinan serangan zoombombing akan terjadi jika sekolah terus melakukan pembelajaran secara online.

 

Baca : Kemendikbud Berikan Penghargaan Kepada PLN

 

2. Banyak Perhatian untuk Layanan Video

Belajar melalui video semakin popular di era sekarang. Platform video bertema edukasi semakin banyak bermunculan. Mulai dari Youtube, SchoolTube sampai KhanAchademy.

Tentunya tidak semua video diawasi secara ketat. Ada berbagai video yang tidak sesuai usia yang ditentukan atau video yang tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak. Hal tersebut banyak ditemui dalam platform video popular saat ini. Pembuat konten akan membuat seolah-oleh berkedok sebagai video Pendidikan.

 

3. Penggunaan Medsos dalam Pendidikan

Media sosial adalah kanal yang sering dibuka tutup oleh siswa diberbagai negara. Media sosial menjadi sangat powerfull jika dapat berperan sabagi pengantar materi Pendidikan. Namun media sosial tidak dirancang sedemikian rupa sehingga terdapat regulasi yang membatasinya.

Media sosial sebenarnya baik untuk mendorong ketertiban siswa. Di lain sisi juga membuka kesempatan untuk konten yang tidak sesuai. Misalkan komentar yang tidak sesuai atau menyinggung, perundungan siber, hingga kebocoran privasi.

Aplikasi yang tidak diatur dengan benar justru bisa mengeksploitasi data pribadi penggunanya.

 

Baca : Pendidikan Vokasi Penyedia Calon Tenaga Kerja Terampil

 

4. Gamifikasi Proses Pendidikan

Pandangan game yang buruk bagi anak-anak sejatinya tidak sepenuhnya benar. Sebut saja Minecraf, Classcraf, Roblox dan sejenisnya. Game tersebut dirancang untuk melatih kreatifitas peserta didik.

Menghadirkan game dalam kelas tentunya tidak semudah dibayangkan. Risiko bermain game dirumah sama dengan risiko didalam kelas. Hal yang nyata akan terjadi adalah mengenai penipuan, trolling, file berbahaya dan sejenisnya. File ini akan disamarkan menjadi add-on dan piranti lainnya yang masih berhubungan.

Dari pandangan Kaspersky, ketakutan yang muncul adalah dari pencurian data pribadi yang menjadi privasi suatu individu. Oleh karena itu mengelola data privasi sangatlah penting terlepas dari apapun platform nya.

Para pelajar dan pengajar perlu dibekali dengan kesadaran untuk melindungi informasi pribadi mereka, juga data siswa.

Satuan Pendidikan harus dibekali dengan kesadaran untuk melindungi data privasi masing-masing. Kesadaran ini baik diajarkan hingga ke tingkat siswa, agar mereka juga bisa melindungi datanya sendiri.

 

Sumber : Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *