Bersiaplah! Merdeka Belajar Selama Satu Tahun Diluar Kampus

www.siswanesia.com

Ilustrasi pendidikan vokasi (Dok/JawaPos.com)

 

Keterserapan tenaga kerja pada industry di Indonesia masih rendah. Diketahui penyebab permasalahan ini adalah lulusan yang kurang kompeten tau belum memenuhi standart industry. Oleh karena itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan pelaku industry. Kerjasama ini nantinya akan bermanfaat bagi siswa, terutama yang ada didalam Pendidikan Vokasi dan mahasiswa. Para pelaku industry diminta untuk memberikan ilmu yang berguna ketika diterapkan pada dunia kerja industry.

“Jadi ini terkait upaya kita untuk meningkatkan peran pendidikan vokasi karena ini juga diperlukan oleh industri,” terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Naim dalam webinar, Sabtu (20/6) dikutip dari JawaPos.

 

Baca : Liburan Sekolah Dirumah Aja Bisa Dapat Uang

Selain meningkatkan kompetensi pesertadidik. Kerjasama ini akan bermanfaat untuk meningkatkan peran Pendidikan Vokasi dan Universitas. Yang paling menonjol adalan Pendidikan Vokasi dan Universitas memiliki nilai tambah ketika mampu menjadikan lulusan yang kompeten didunia industry.

“Pihak-pihak yang bergerak secara tidak langsung dengan pendidikan, seperti industri itu bisa punya kesempatan untuk berkolaborasi yang dapat memberikan manfaat untuk kedua belah pihak, kolaborasi ini dari strategi kita di pendidikan tinggi yang kita kenal dengan kampus merdeka,” ujarnya.

Ketika kerjasma ini sudah berjalan pesertadidik dapat melakukan kegiatan diluar lingkungan Pendidikan. Trutama bagi mahasiswa yang notabene sudah masuk pada usia siap kerja. Meskipun kegiatan dilaksanakan diluar kampus, mahasiswa tetap akan diakui telah menyelesaikan tuntutan yang disyaratkan oleh program studinya.

 

 

Baca : Kemenag Terbitkan Panduan Belajar Untuk Pendidikan Keagamaan

 

Program Merdeka Belajar

Program ini sesuai dengan program Merdeka Belajar yang diumumkan Kemendikbud beberapa bulan lalu. Jadi diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan diri dengan lebih fleksibel. Dan nantinya kampus diharuskan memeberika fleksibilitas tersebut kepada mahasiswa.

“Kenapa (memberikan fleksibilitas) karena dalam kenyataannya, yang menunjukkan bahwa karir mahasiswa itu sering tidak didukung oleh apa yang mereka pelajari ketika mereka belajar, jadi ketika mereka belajar, mereka diberi materi yang sempit, banyak kurikulum itu relatif sempit sehingga ketika mereka lulus dan berkarir dan menghadapi berbagai tantangan, mereka harus mencari (keahlian) diluar program studi yang mereka ikuti dulu,” tambahnya.

Kemendikbud berharap semua kampus memperbolehkan pesertadidiknya untuk mengambil materi diluar bidang studi yang dipelajari ketika didalam lingkungan kampus. Mahasiswa yang mengambil materi ini diberikan keleluasaan salama satu tahun untuk magang di industry ataupun Lembaga masyarakat.

 

Baca : Dindikpora Trenggalek Siapkan Aturan New Normal Pendidikan

 

“Misalnya magang di industri, tidak 1-2 bulan, baru kenal industri langsung keluar, tapi satu tahun sehingga bermanfaat bagi mahasiswa dan juga industrinya juga,” tutupnya.

 

Sumber : JawaPos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *