Diduga Tewas Karena Terbebani Tugas Sekolah Daring

www.siswanesia.com

Jenazah MI (16) siswi kelas dua SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dibawa ke pemakaman. MI tewas usai merekam dirinya menenggak racun serangga lantaran depresi dengan tugas daring yang menumpuk. Sabtu, (20/10/2020).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

 

Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 18 Di Kabupaten Gowa meninggal dunia. Diduga mengalami depresi akibat beban tugas sekolah daring. Siswaiberinisial MI ini diketahui meninggal setelah meminum racun serangga. Peristiwa ini membuat dinas Pendidikan Sulawesi selatan evaluasi system belajar daring.

Kasus ini tengah didalami oleh pihak kepolisian guna mengungkap motif siswi meminum cairan racun seranga. Dinas Pendidikan menginformasikan dari warga Desa Bililang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Menurutnya MI meminggal bukan karena beban tugas daring, melainkan karena urusan asmara.
Dinas Pendidikan juga menginformasikn bahwa MI hanya mengerjakan tugas dari sekolah tiga kali dalam seminggu. Itu pun tidak ada unsur pemaksaan dari guru yang bersangkutan.

 

Baca : Ibu Risma Luncurkan Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo

“Siswi hanya mengerjakan tugas dua sampai tiga mata pelajaran dalam seminggu dan para guru juga mengaku tidak pernah memaksa siswi untuk menyelesaikan tugasnya,” kata Fitri Ari Utami, Kepala Cabang 2 Makassar dan Gowa Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa, (20/10/2020) melalui sambungan telepon seluler.

 

Evaluasi Sistem Pendidika Daring

Bagaimanapun hasilnya nanti, Fitri akan tetap melakukan evaluasi terhadap system Pendidikan dari di Kabupaten Gowa. Beliau juga sudah meyerahkan sepenuhnya kasus yang dialami oleh MI kepada pihak kepolisian.

 

Baca : Tamansiswa Tetap Tolak Pendidikan Ikut Masuk UU Cipta Kerja

“Atas peristiwa ini kami akan mengevaluasi sistem belajar secara daring dan menekankan kepada seluruh tenaga pendidik agar tidak menekan siswa dalam mengerjakan tugas,” kata Fitri Ari Utami.
Sementara pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini.

“Hari ini kami memeriksa sejumlah saksi termasuk keluarga, teman teman kelas, maupun guru-gurunya dan sampai hari ini kami masih tetap mengacu pada laporan awal di mana korban mengeluh dengan banyaknya tugas pelajaran secara online yang menumpuk,” kata AKP Jufri Natsir, Kasat Reskrim Polres Gowa melalui sambungan telepon.

 

Baca : Sekolah Virtual Banjir Pujian Dari Pengamat Pendidikan

MI sendiri ditemukan tewas di kamar rumahnya dengan kondisi mulut berbusa. Polisi yang melakukan penyelidikan mengamankan barang bukti berupa cangkir teh berisi racun serangga berwarna biru serta telepon seluler milik korban berisi rekaman video korban menenggak racun.

 

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *