Digitalilasi Pendidikan Terhalang Infrastruktur Yang Belum Memadai

www.siswanesia.com

Dok Pixabay

 

Unifah Rosyidi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyebutkan bahwa digitalisasi Pendidikan sulit dilakukan tanpa pembenahan infrastruktur. Sebelumnya Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan fokus dalam peningkatan digitalisasi Pendidikan pada tahun 2021.

“Jangan ide dulu dikeluarkan tapi infrastrukturnya belum disiapkan, itu yang selalu terjadi saat ini,” terangnya di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/11).

 

Baca : Pengamat : Pendidikan Indonesia Jangan Hanya Teori

 

Menurut Unifah, digitalisasi seperti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) perlu untuk diadopsi ke dalam sistem Pendidikan di masa depan. Untuk itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus mengaturnya agar digitalisasi terlaksana.

“Ya, berpikir dahulu PJJ bagaimana nanti pasca Covid. Tidak sepenuhnya kita mengajar kayak biasa lagi, blended learning. Infrastruktur dasar seperti listrik dan internet di daerah terpencil dipikirkan. Itu saya berharap diselesaikan dulu, baru ngomong digitalisasi sekolah,” imbuhnya.

Dari seluruh pembelajaran yang ada disekolah tidak semua dapat dilaksanakan secara daring. Hal ini lah yang membuat Unifah menyebut digitalisasi Pendidikan masih sulit terlaksana jika infrastruktur belum bisa memfasilitasinya.

 

Baca : Lulusan Pendidikan Indonesia Belum Siap Pakai di Dunia Industri

 

“Jangan belum selesai (infrastruktur), sudah melompat ke digitalisasi sekolah, nanti yang maju makin maju, mundur makin mundur. Ide boleh dikatakan bagus, ide gagasan visi, terus strategi dan implementasi lemah banget,” tambahnya.

Unifah meminta agar Kemendikbud berkoordinasi dengan Kementrian Komunikasi Dan Informasi (Kominfo) untuk meningkatkan infrastruktur. Nantinya infrastruktur ini dapat mendukung sepenuhnya digitalisasi Pendidikan di Indonesia.

“Iya dibicarakan (dengan Kemkominfo), jangan digitalisasi sekolah dulu, itu bagus, oke silakan, tapi bagaimana menyelesaikan (masalah infrastruktur dulu),” tambahnya.

 

Baca : Asesemen Nasional Malah Manjadi Beban Warga Pendidikan Indonesia

 

Kualitas Guru

Dari infrastruktur, Unifah juga mengkritik soal kinerja guru terkait digitalisasi. Kendala yang dihadapi selanjutnya adalah kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi harus diperhatikan.

“Belum (merata kemampuan guru). Banyak yang belum sampai jaringannya. Jadi Indonesia tidak bisa full dengan digitalisasi. Indonesia harus blended, karena faktanya begitu,” tutup Unifah.

 

Sumber : Wartaekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *