EMIS 4.0 Transformasi Pendidikan Digital Dari Kemenag

www.siswanesia.com

Foto: Republika/Muhyiddin. Kasubdit Pendidikan Agama Islam Direktorat PAI Kemenag, Unang MM (paling kiri), Direktur PAI Kemenag, Rohmat Mulyana Sapdi (tengah), dan Kasie Kesiswaan Direktorat PAI Kemenag, Hery Zakariyya Yahya (Kanan) saat konferensi pers di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

 

Direktoral Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) secara resmi merilis Education Management Information System (EMIS) 4.0. Aplikasi tersebut sekaligus menandai mulainya proses transformasi digital di Kementerian Keagamaan (Kemenag).

“Pengembangan EMIS ini merupakan pekerjaan besar, dan merupakan langkah awal digitalisasi pendidikan di Kementerian Agama,” ungkap Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Rohmat Mulyana, Kamis (25/2) lewat keterangan tertulis.

 

Baca : Jadwal SNMPN 2021 Lengkap Dengan Persyaratannya

 

EMIS digunakan oleh Kementerian Agama sebagai Platform Sistem Pengelolaan Data Poko Pendidikan. Pada tahap awal aplikasi ini difokuskan untuk migrasi data kelembagaan madrasah. Nantinya data ini akan secara penuh dikelola oleh Kementerian Agama.

“Dalam EMIS 4.0 ini berbeda dengan versi sebelumnya, para Kepala Madrasah diberikan akses untuk melakukan konfirmasi data kelembagaan. Ini menjadi bagian reformasi madrasah yang sedang dilakukan Kemenag,” tutur Rohmat.

 

Migrasi Data Kemenag

Menurut Rohmat Kemenag memfokuskan kegiatan pada proses transformasi digital. Kemenag ingin meningkatkan pelayanan publik dari yang sebelumnya. “Transformasi digital ini juga dilakukan terhadap layanan pendidikan keagamaan yang ada di bawah Kemenag,” jelas dia.

 

Baca : Cara Penulisan Gelar yang Benar Sesuai PUEBI

 

Aplikasi Education Management Information System ini tercipta berkat kerjasama Kementerian Agama dengan Bank Dunia (World Bank). Kerjasama bertajuk Madrasah Reform Realizing Education’s Promise dan Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR). Berfokut dalam meningkatkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan dasar dan menegah di Kemenag.

Rohmat berharap, keberadaan EMIS 4.0 mampu menjadi titik pijak untuk melakukan integrasi berbagai aplikasi yang ada di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag. “Ada banyak aplikasi, kita berharap ke depannya ini bisa terintegrasi,” pesan Rohmat.

Roohmat juga menjelaskan bahwa EMIS adalah gerbang data pendidikan keagamaan Kemenag. Oleh karena itu, fungsi EMIS ini lebih luas tidak hanya untuk satuan pendidikan islam saja namun dapat berfungsi untuk layanana pendidikan keagamaan lainnya.

“Saat ini diawali dengan perbaikan data di madrasah. Kemudian nanti diharapkan akan berlanjut ke pesantren, hingga nanti dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pendidikan keagamaan lainnya, seperti data pendidikan keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Gerbangnya nanti di EMIS,” jelas dia.

Abdullah Faqih sebagai Project Manager Madrasah Reform menyampaikan, pada tahap pertama aplikasi berfokus pada pengenalan migrasi data kelembagaan madrasah.

 

Baca : Jawa Timur Tembus Satu Juta Pendaftar SNMPTN 2021

 

“Nanti akan ada rilis selanjutnya, seperti migrasi data siswa, data tenaga pendidik, dan sebagainya sampai aplikasi ini dapat bisa sempurna digunakan pada Grand Launching bulan Mei mendatang,” ujar Faqih.

 

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *