Indonesia Jadi Pionir Pendidikan Dengan Program Merdeka Belajar

www.siswanesia.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).
Dok. Kemendikbud

 

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi akan terus mengupayakan kemajuan pendidikan Indonesia dengan program Merderka Belajar. Namun Nadiem Makarim menyadari bahwa untuk mencapai kesuksesan memerlukan perjalanan panjang dan harus dimulai dari sekarang.

“Cara mencapainya ini perjalanan yang lama, jauh lebih lama dr 4-5 tahun, kita harus mulai dengan beberapa perubahan fondasi dari sistem pendidikan,” kata Nadiem dalam Economic Update, Senin (19/7/2021).

Ada beberapa perubahan yang perlu dilakukan yaitu perubahan sistem pengukuran. Program Merdeka belajar akan menggunakan standar internasional. Mengubah ujian nasional menjadi assessment nasional dengan numerasi literasi standar internasional.

 

Baca : Pendidikan Vokasi Bisa Bantu UMKM Lawan Pandemi

“Kita formulasi sistem nasional untuk memastikan guru-guru dan sistem pendidikan Indonesia memiliki kualitas yang terbaik. Program guru moderat, sehingga kepala sekolah yang disebarkan di berbagai macam daerah bisa membawa perubahan kepemimpinan dulu baru akan turun pada budaya belajar di sekolah,” kata Nadiem.

Dalam program merdeka belajar terdapat bedab administratif dan juga termasuk kurikulum yang kaku. Maksudnya adalah jika pesertadidik mengalami kesulitan belajar, guru dapat menyesuaikan metode pengajarannya yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa tersebut.

“Biasanya anak terpaksa belajar yang terlalu sulit, kami mau ubah agar guru-guru bisa maju atau mundur kurikulum sesuai kebutuhan anak, dan lebih banyak project base learning untuk mengasah kompetensi yang jauh lebih penting dari menghapal,” ujarnya.

 

Metode Project Base Learning

Project base learning method akan diterapkan kepada pesertadidik. Metode tersebut bertujuan untuk melatij kemandirian, kratifitas dan juga karakter yang dimiliki. Menurut Nediam project base learning adalah penting untuk melepas sekat di dunia pendidikan

 

Baca : Beasiswa Untuk Pengurus OSIS Di Indonesia

 

“Perguruan tinggi kampus merdeka adalah melepaskan sekat antara dunia industri dan universitas, melepas yang disebut belajar, mengabdi pada masyarakat dan riset, melepaskan sekat fakultas dan universitas,” pungkas Nadiem.

Nantinya semua perusahaan, lembaga riset dan organisasi nirlaba kelas dunia bisa mendirikan mini universitas dan diberikan kebebasan untuk memerikan 20 sks pengajaran. Dalam waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang Indonesia akan menjadi pionir dalam sektor pendidikan dan bukan lagi yang hanya mengejar ketertinggalan.

Perubahan mindset hasur terus disosialisasikan bahwa tindakan yang penuh risiko demi karir adalah tindakan yang wajar. Di samping itu kegagalan dalam proses mencapai cita-cita adalah hal yang normal. Kedua mindset tersebut diharapkan dapat memacu semangat peserta didik untuk terus belajar.

“Anak muda kita perlu berpikir bahwa mengambil risiko dalam karir mereka adalah normal dalam upaya mereka meluncurkan sesuatu. Dan mereka harus melihat kegagalan adalah hal normal dalam proses, kegagalan sebagai proses,” ujarnya.

 

Baca : Beasiswa Penuh Kuliah Sampai Lulus di Malaysia

 

Selain itu, dia menyoroti bahwa gotong royong dan kolaborasi dengan masyarakat dan ekosistem itu menjadi hal yang penting.

“Karena saat ini harapan saya perubahan yang dilakukan akan menimbulkan kepercayaan diri untuk mengambil risiko dan hal yang berbeda dan itu harapan pribadi saya perubahan ini akan mencetuskan inovator yang baru dan berani mengambil risiko,” ujar Nadiem.

 

Sumber : CNBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *