Jalur Cepat Pendidikan Vokasi D2 Hanya Tiga Semester

www.siswanesia.com

Dok Pixabay

 

Kementrian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi membuka jalus cepat vokasi. khususnya untuk jenjang Diploma Dua (D2). Jalur cepat tersebut adalah jalur SMK-D2 yang baru diresmikan. Nantinya jenjang D2 cukup dengan waktu tiga semester atau satu setengah semester.

Untuk dapat memenuhi standar lulusan D2, siswa harus belajar dan lulus dari SMK tiga tahun terlebih dahulu. Didalamnya siswa harus mengikuti program praktik kerja lapangan selama enam bulan lamanya. Praktik inilah yang akan menggantikan satu semester di jenjang D2. Dengan perhitungan 18 SKS telah didapatkan siswa ketika menjalani praktek lapangan.

 

Baca : Digitalilasi Pendidikan Terhalang Infrastruktur Yang Belum Memadai

Ketika memasuki jenjang yang lebih tinggi baik Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) atau pun politeknik siswa sudah memiliki bekal 18 SKS. Jadi untuk jenjang D2 cukup dilaksanakan selama tiga semester saja.

Skema ini akan membuat pengalaman siswa menjadi lebih banyak. Dengan demikian diharapkan siswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industry. Wikan Sakarinto Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud juga mengatakan. Skema enam semester di SMK dan tiga semester ketika menjadi mahasiswa dirasa cukup mempersingkat waktu.

Sistemnya adalah SMK harus bisa menjalin kerjasama dengan politeknik atau perguruan tinggi vokasi yang memiliki program studi yang linier. Kerja sama ini dilakukan untuk menyesuaikan program belajar siswa ketika di SMK dan ketika menjadi mahasiswa. Nantinya siswa berhak mendapatkan dua ijazah sekaligus. Yakni ijazah SMK dan Ijazah D2.

 

Baca : Pengamat : Pendidikan Indonesia Jangan Hanya Teori

 

Pilot Model

SMK Model PGRI 1 Mejayan Madiun adalah salah satu contoh penerapan program diploma dua jalur cepat. Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan mengatakan sekolah yang ia pimpin saat ini adalah sebagai pilot project D2 jalur cepat.

’’Hal ini bukan tiba-tiba. Tetapi telah melalui proses yang panjang,’’ katanya saat dikonfirmasi Minggu (15/11). Dia mengatakan Sejak dua tahun terakhir SMK Model PGRI 1 Mejayan telah melakukan assessment setiap semester. Mulai dari semester 1 sampai 4 bersama industri yang menjadi mitra.

 

Baca : Lulusan Pendidikan Indonesia Belum Siap Pakai di Dunia Industri

 

Misalnya untuk jurusan permesinan salah satunya bekerjasama dengan INKA. Dengan kerjasama itu pihak industri mengikuti proses perkembangan pendidikan di SMK. Mulai dari semester pertama sampai kelulusan.

’’SMK Model PGRI 1 Mejayan menggunakan strategi pendidikan dan latihan dengan target jelas dan terukur,’’ kata dia. Misalnya di kelas satu atau semester 1 dan 2, siswa konsentrasi pada karakter, performa, komunikasi, kreativitas, dan basic skill yang kuat.

 

Sumber : Jawapos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *