Kak Seto Sarankan Orang Tua Ubah Pola Pendidikan Siswa Dirumah

www.siswanesia.com

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah) di kantor LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

 

Dalam masa pandemi covid-19 sektor Pendidikan masih saja diliburkan. Walaupun saat ini sudah ada beberapa daerah yang mempuka sector pendidikannya. Hal tersebut tentu saja berdasar pada kondisi penularan didaerah tersebut.

Dengan masih liburnya Pendidikan disekolah, siswa melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Demi menjecah penularan covid-19 disekolah. Otomatis kegiatan belajar mengajar menjadi Tanggung jawab orang tua.

 

Baca : Program Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bersama UMKM

 

Seto Mulyadi atau yang sering dipanggil (Kak Seto) ketua umum Lembaga perlindungan anak Indonesia (LPAI). Menyarankan agar orang tua mengubah pola Pendidikan agar anak betah dirumah selama pandemi covid-19.

“Memang pada kesempatan ini kan semua berada di rumah, jadi pola pendidikan yang selama ini ada nuansa kekerasan, pemaksaan dan sebagainya itu memang harus diubah segera,” kata Seto dalam diskusi di Graha BNPB, Minggu (4/10/2020).

“Jadi yang penting anak betah di rumah, anak gembira, anak bahagia, jadi polanya juga harus dikembangkan pola yang lebih demokratis,” ucap dia.

 

Diskusi Keluarga

Seto mengatakan, orang tua dapat mengubah pola pendidikan yang sebelumnya cenderung memaksa menjadi lebih bersifat diskusi keluarga. Terutama, terkait edukasi mengenai bahaya Covid-19.  Ia menekankan, dalam memberikan penjelasan kepada anak, orang tua juga harus memperhatikan situasi dan usia anak.

 

Baca : Telkomsel Kembali Berikan Bantuan Kouta Internet Gratis

 

Menurut Kak Seto, pola Pendidikan yang sebelumnya cenderung memaksa kini dapat dirubah oleh orang tua. Sebaiknya anak lebih baik diajak untuk berdikudi bersama keluarga. Terutama terkait penyebaran wabah covid-19 di Indonesia.

Namun orang tua juga harus memperhatikan situasi dan usia anak. Orang tua tidak bisa selalu menerapkan cara setiap hari. Untuk anak balita misalnya dapat dilakukan dengan dongeng, gambar, lagu dan dengan menyanyi.

“Jadi dengan cara-cara yang lebih mudah, lebih sederhana, tapi tidak ada pemaksaan, tidak kekerasan, lama-lama anak-anak juga bisa mengikuti dan memahami itu,” ujar Seto.

 

Baca : Kemenag Tranformasikan Pendidikan Madrasah Bersama Google

 

Kemudian, untuk anak usia remaja, Seto menyarankan orang tua memberikan penjelasan dengan berdiskusi.

“Yang sudah remaja melalui diskusi, dengan berbagai data-data. Kan sumber data bisa dari mana saja, dengan media sosial kita mendapatkan banyak, mungkin beberapa bisa mengakses jurnal-jurnal ilmiah dan sebagainya,” tutur dia.

 

Sumber :  Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *