Kampus Tak Dilibatkan Dalam Susun Peta Jalan Pendidikan

www.siswanesia.com

Mendikbud Nadiem Makarim (ketiga kanan) berbincang dengan sejumlah anggota Komisi X DPR seusai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Rapat kerja tersebut membahas laporan Panitia Kerja Peta Jalan Pendidikan | Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan

 

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan saat ini tengah menyusun Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035. Menanggapi hal tersebut Prof Komarudin Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berharap Kemendikbud dapat melibatkan berbagai pihak. Seperti halnya pihak dari perguruan tinggi yang nantinya akan menerapkan rancangan tersebut dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu Peta Jalan Pendidikan akan lebih konprehensif dan dapat mengakomodasi pelaku pendidikan dimasa depan.

“Pada prinsipnya semua stakeholder itu harus dilibatkan agar PJP ini bisa lebih komprehensif apalagi nanti akan dituangkan dalam bentuk UU agar tidak ada kontroversi seperti frasa agama kemarin,” kata dia saat dihubungi, Jumat (12/3).

 

Baca : Nadiem Makarim Bingung Akibat Polemik Kata Agama

 

Belum Mengetahui Konsep

Prof Komarudin mengaku belum mengetahui bagaimana prakonsep PJP ini. Karena hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan mandat untuk ikut andil didalamnya. Namaun terlepas itu semua UNJ siap untuk memerikan masukan kepada PJP agar lebih konprehensif.

“Karena belum mengkaji secara utuh, maka kami harus pelajari bagian mana yang menurut kami akan diberi masukan atau diberi penguatan, akan kita pelajari, draft kami belum dapat, nanti akan kami diskusikan,” ujarnya.

Menurutnya PJP sebaiknya tidak meninggalkan akar budaya dan identitas bangsa Indonesia. Idealnya Peta Jalan Pendidikan tetap merangkat dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

 

Baca : Operator Seluler Berkomitmen Sukseskan Bantuan Kuota Gratis

“Idealnya tidak boleh mencabut akar budaya bangsa, apalagi identitas bangsa, tidak boleh, itu akan layu sebelum berkembang kalau meninggalkan identitas bangsa,” ujar Komarudin.

Dengan persaingan global yang sangat ketat Prof Komarudin juga menyadari hal tersebut. Sehingga Peta Jalan Pendidikan ini harus bisa beradaptasi dengan perubahan saat ini atau dimasa depan. Namun sifat yang fundamental dari budaya Indonesia tidak boleh diabaikan.

 

Baca : Cara Mendapatkan Kuota Belajar Gratis Kemendikbud

Karena itu, mulai dari landasan filosofis, sosiologis, historis, yuridis, tuntutan atau kebutuhan harus berlandaskan budaya bangsa.

“Jadi menurut saya harus ke sana, tidak mesti harus mengikuti pola yang ada di luar negeri. Jadi bagaimanapun kita akar budaya berbeda dengan mereka, tapi bahwa kita harus dipacu untuk cepat berkembang dan sebagainya itu sebuah keharusan juga, tinggal bagaimana diimplementasikan,” ujarnya.

 

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *