Kemenag Tranformasikan Pendidikan Madrasah Bersama Google

www.siswanesia.com

Sejumlah siswi dengan menggunakan masker mengikuti proses belajar mengajar pada hari pertama sekolah tatap muka di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Barat, Aceh, Senin (20/7/2020). Guna mencegah penyebaran COVID-19, pihak sekolah membagi siswa menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama belajar di sekolah dan lainnya belajar di rumah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/pras.

 

Kementrian Agaman mempunyai gagasan untuk meluncurkan program transformasi digital Pendidikan Madrasah. Dalam langkahnya ini Kementrian Agama tidak berjalan sendiri. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Kemenag menggandeng perusahaan digital Google. Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani mengatakan sinergi ini dalam rangka terwujudnya “Madrasah Hebat Bermartabat”

“Slogan ini sudah dicanangkan sejak lebih dua tahun lalu, tepatnya awal Februari 2018. Kerja sama ini juga untuk meningkatkan dan memeratakan kualitas pendidikan Madrasah di era Revolusi Industri 4.0, dan menyongsong fase bonus demografi Indonesia,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

 

Baca : Unibersitas Online Indonesia Resmi Dibuka!

 

Beliau berharap madrasah dapat berkontribusi lebih maksimal lagi dalam mengantar Indonesia menggapai peringkat lima kekuatan ekonomi dunia menuju masyarakat sejahtera.

“Kami menggandeng Google untuk membangun pendidikan madrasah kelas dunia melalui transformasi digital yang mana “Cyber Pedagogy” diintegrasikan dengan “Cyber Technology” untuk mewujudkan Cyber Education atau Pendidikan 4.0,” tambahnya.

 

Tiga Model Pembelajaran

Dalam program ini kementrian agama menerapkan tiga model pembelajaran. Diantaranya ada flipped classroom ini ditujukan agar siswa mampu berpikir kritis. Selanjutnya ada blended learning adalah mengembangkan kemampuan komuniasi dan kolaborasi. Serta yang ketiga adalah proyej berbasiskan pembelajaran. Maksudnya untuk membiasakan peserta didik berpikir dan bekerja keratif dalam menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapinya.

 

Baca : Viral! Video Ospek Unesa Bentak Mahasiswa Baru

 

“Sinergi ini dilakukan dalam semangat dan komitmen memajukan ekosistem pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Tidak ada investasi biaya yang harus dikeluarkan Kementerian Agama terkait program ini,” tambah dia.

Danny Ardianto Manajer Hubungan Pemerintahan Dan Kebijakan Public Google menyatakan hal demikian. Google bangga bermitra dengan Kementrian Agaman yang merupakan salah satu implementasi G Suite terbesar secara global.

“Guru-guru di madrasah termasuk pengguna G Suite for Education yang paling kreatif dan antusias. Energi para guru ini dalam proses transisi ke pembelajaran jarak jauh sangat penting bagi pendidikan jutaan siswa di seluruh Indonesia. Kami sangat senang dapat menghadirkan G Suite ke lebih banyak sekolah dan wilayah di Indonesia. Kami berharap kemitraan ini akan membantu sebanyak mungkin siswa Indonesia untuk terus dapat belajar selama masa sulit ini,“ terangnya.

Arya Sanjaya Direktur Utama Pt Duta Digital Informatika Mitra Resmi Google For Education menjelaskan. Untuk melaksanakan kerja besar transformasi digital telah melakukan seluruh tahapan. Yakni tahap yang berkaitan dengan pembuatan dan manajemen pembagian akun madrasah, pelatihan Pendidikan dan tenaga Pendidikan madrasah.

 

 

Google G Suite For Education

Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan dan memberikan pendampingan kepada madrasah untuk menerapkan layanan dari Google G Suite For Education. Persiapan pendukung pembelajaran dan masih banyak lagi.

Ahmad umar direktur kurikulum, sarana, kelembagaan dan kesiswaan (KSKK) madrasah menambahkan, pada projek ini google menyediakan platform teknologi, yakni dalam bentuk digital aplikasi. Identitas digital berupa akun yang akan diberikan kepada setiap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Kementerian Agama membina 8,4 juta peserta didik, lebih 709 ribu pendidik, dan 124 ribu tenaga kependidikan. Akun ini terdaftar dalam domain@madrasah.kemenag.go.id. Sampai hari ini sudah lebih 50 persen akun digital yang telah diaktivasi,” jelas Umar.

 

Baca : 5 Syarat Pendidikan Vokasi Kolaborasi dengan Industri

 

Aplikasi tersebut antara lain: Kalender, Catatan Ringkasan, Penyimpanan Data, Web Personal, dan lainnya. Google Calendar misalnya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan pembelajaran (pengaturan, peringatan, perencanaan).

Ada juga layanan “Keep” untuk membuat catatan- catatan penting secara bersamaan pada setiap tahapan proses pembelajaran.

“Guru dapat mengajar sampai 100 kelas secara bersamaan; seluruh proses komunikasi terekam dan dapat dilacak,” terang dia.

 

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *