Kemendikbudristek Sebut Assesmen Nasional Bukan Sekedar Pemetaan Sektor Pendidikan

www.siswanesia.com

PTM Hari Pertama di SDN 05 Kalisari Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

 

Ujian Nasional yang resmi dihapuskan dan digantika oleh Asesmen Nasional (AN). Asesmen Nasional bukanlah sekedar pemetaan. Hal tersebut diampaika oleh Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo. Asesmen Nasional adalah program penting untuk mendorong perubahan pola pikir pada anak dalam praktik pembelajaran di sekolah.

“AN bukan sekadar pemetaan dan bukan juga sekadar pengambilan data. Kami ingin tidak hanya berhenti pada kualitas pendidikan, karena kalau hanya berorientasi pada penelitian sudah banyak penelitian-penelitian sebelumnya,” ujar Anindito dalam telekonferensi yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.

 

Baca :  Beasiswa SD SMP SMA Tahun 2021 Dibuka! Berikut Syaratnya

 

Dengan menerapkan Asesmen nasional guru akan mendapatkan umpan balik tentang keadaan dan kondisi pembelajaran di sekolah. “Tentunya dalam bentuk yang sebisa mungkin mudah dipahami, sehingga tahu apa yang perlu diperbaiki di tiap sekolah dan bagaimana memperbaikinya,” tambah dia.

Tiga kompoten didalam Asesmen nasional yang penting untuk diketahi bersama. Yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) terdiri dari Literasi dan Numerasi, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

 

Baca : PPN 7% Untuk Jasa Pendidikan, Giama Menurut Pengamat?

 

Guru akan lebih memiliki oriantasi pada pengembangan profesi jadi tidak hanya menyampaikan agar peserta didik menyukasi literasi dan numerasi. Pada Surver Karakter adalah cerminan terhadap karakter pancasila, nilai keteguhan, akhlak yang mulia dan belajar kritis

“Tujuan dari AN ini agar dapat menghadirkan pembelajaran yang holistik, jangan berpikir kognitif saja, tetapi harus bisa mendidik individual yang utuh,” tuturnya.
Untuk mengukur bagaimana aspek pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, keamanan dan kebhinekaan menggunakan Survei Lingkungan Belajar. Hal tersebut dapat menginformasikan apakah Lingkungan Belajarnya mampu tambah pemampuannya dalam belajar.

 

Baca : Pembelajaran Tatap Muka di Mulai Begini Hasilnya

 

Kemendikbudristek sudah hampir rampung mempersiapkan AN. Instrumennya telah dikembangkan dengan pendekatan yang baku, namun akan terus disesuaikan berdasarkan data dan masukan. Terkait pelaksanaannya pun disesuaikan dengan kondisi pandemi di Tanah Air.

 

Sumber : Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *