Kemenperin Siapkan Pendidikan Vokasi Setara D1 Gandeng Industri Lokal

Kemenperin fasilitasi kerja sama vokasi antara perusahaan dengan SMK. (Dok. Kemenperin)

 

 

Kementrian Perindustrian menyelenggarakan Program Pendidikan Setara Diploma Satu (D1). Hal ini dilakuka Kementrian Perindustrian untuk menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Tentunya hasil akhir yang diharapkan adalah untuk mendukung program making Indonesia 4.0. Program pelatihan ini akan berkolaborasi dengan industri yang telah ditunjuk Kementrian Perindustrian.

 

Industri 4.0

“Contoh implementasinya adalah penandatanganan MoU kerja sama antara Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan PT Pupuk Kaltim,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Selasa (5/1).

Menurut Eko, program ini bertujuan untuk memenuhi slot Sumber Daya Manusia (SDM) terampil dan kompeten yang masih banyak dibutuhkan oleh sektor industri.

“Untuk program ini, PT Pupuk Kaltim bekerja sama dengan Politeknik APP Jakarta, salah satu politeknik di bawah BPSDMI Kemenperin untuk menyelenggarakan program D1 Pemasaran dan Logistik,” tuturnya.

 

Baca : Tak Ada Perubahan, Pembelajaran Tetap Online di Tahun 2021!

 

 

Terciptanya Wirausaha Baru

Program Vokasi Industri yang diselenggarakan BPSDMI Kemenperin juga diharapkan dapat menciptakan wirausaha industri baru.

“Kemenperin telah memfasilitasi 18 kelas program setara D1 untuk 607 peserta D1 di 10 Propinsi dan 12 Kabupaten/Kota. Kegiatan pendidikan setara D1 ini merupakan salah satu wujud program link and match yang menjadi kebutuhan industri,” imbuhnya.

Untuk sasaran program ini adalah mereka yang sudah lulus dari jenjang SMA atau SMK dan belum genap berusia 18 tahun. Karena ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri maka pembelajaran praktik akan lebih ditekankan.

“Sehingga ketika lulus, bisa menjadi tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan mandiri,” terangnya.

Selain program ini Kemenperin juga telah menyelenggarakan Wisuda Nasional. Sebanyak 5.775 siswa dan mahasiswa dari 20 unit Pendidikan Vokali dilingkungan kemenperin. Wisuda ini dilakukan pada 28 November 2020 yang lalu.

 

Baca : Revisi Undang-Undang Pendidikan Jadi Omnibus Law Klaster Pendidikan?

“Sebanyak 78,24% lulusan SMK serta 43,82% lulusan Politeknik dan Akademi Komunitas telah terserap di sektor industri, sementara sisanya melanjutkan pendidikan, menjadi wirausaha dan masih dalam proses rekrutmen di industri,” ujar Eko.

 

 

PT Pupuk Kaltim

Dalam hal ini kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Pupuk Kaltim. Dimana telah bekerjasama dengan baik sebagai Nasional Lighthouse Industry 4.0. Diharapkan PT Pupuk Kaltim dapat menjadi agen transformasi industri 4.0 dan mitra Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI) 4.0. Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintah yang mengupayakan SDM terampil untuk masa depan.

“Kami juga memiliki Politeknik ATI Makassar yang berkompetensi dalam program studi operator mesin dan peralatan. Selain itu, terdapat politeknik lain juga dengan kompetensi berbeda, misalnya Politeknik AKA Bogor untuk prodi kimia. Selain reskilling dan up-skilling tenaga kerja, kami juga dapat melatih SDM yang baru direkrut,” tandasnya.

Rahmad Pribadi Direktur Utama PT Pupuk Kaltim menjelaskan, bahwa Kemenperin menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program pemerintah. Yaitu untuk mendukung penyediaan tenaga kerja di sektor industri sesuai kebutuhan saat ini.

 

Baca : Awas !!! Digitalisasi Pendidikan Rawan Serangan Siber

 

“Peserta program ini berasal dari lingkungan pabrik, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan sebagian dari karyawan Pupuk Kaltim untuk dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing,” tuturnya.

Menurut Rahmad, sebanyak 30 peserta di PT. Pupuk Kaltim akan mengikuti program upskilling. Program tersebut sepenuhnya akan diberikan saat peserta mengikuti Pendidikan setara D-1 dengan program studi pemasaran dan logistic.

“Program ini dapat diperluas lagi dengan mencakup konsentrasi pendidikan sebagai operator. Ke depan kami akan membangun beberapa pabrik yang juga digagas oleh Kemenperin, salah satunya pabrik soda ash. Kami juga berpartisipasi dalam pengembangan industri di Teluk Bintuni yang masuk Proyek Strategi Nasional (PSN),” paparnya.

 

Pengembangan SDM

Ke depan, Kemenperin akan lebih aktif mendorong partisipasi BUMN, perusahaan swasta untuk menyelenggarakan program-program pengembangan vokasi agar industri semakin bersemangat dalam memanfaatkan fasilitas insentif super tax deduction untuk pengembangan kegiatan vokasi.

BPSDMI Kemenperin juga telah bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN, Ditjen Pajak Kemenkeu dan GIZ telah memfasilitasi Coaching Clinic Super Tax Deduction untuk 165 Perusahaan agar dapat memenuhi persyaratan dalam memanfaatkan insentif pajak tersebut.

 

Sumber : Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *