Kolaborasi Kunci Perkembangan Pendidikan Tinggi Islam

www.siswanesia.com

Dok. Pexel

 

Kolaborasi adalah cara agar Pendidikan Tinggi Islam dapat berkembang dengan besar. Kolaborasi yang baik adalah adanya keterkaitan Kerjasama antara Perguruan Tinggi Islam.

“Saat ini bukan eranya saling berkompetisi tetapi era saling berkolaborasi antarperguruan tinggi”, kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, M Ali Ramdhani, pada pertemuan dengan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, Sabtu (22/8).

 

Baca : Pendidikan Bela Negara Bukanlah Pendidikan Militer

 

Penuh Dengan Tantangan

Saat ini Pendidikan tinggi Indonesia masih menjumpai berbagai tantangan. Tidak hanya Pendidikan tinggi islam, tantangan juga diahadapi oleh Pendidikan tinggi lainnya. Menurutnya tantangan tersebut adalah kualifikasi dan kompetensi dosen, peningkatan sarana prasarana Pendidikan dan daya saing ditingkat global.

M Ali Ramdhani eks direktur Pascasarjana UIN Bandung tersebut juga menambahkan, dalam sebuah mesi tidak ada superman yang bekarja namun superteam.

Untuk maju secara akseleratif dan berkesinambungan tidak bisa dilakukan secara individu, maka kerja sama tim sangat dibutuhkan dalam misi ini. Beliau menyampaikan ada pepatah mengatakan bahwa jika ingin berjalan cepat maka berjalanlah sendiri. Namun jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.

 

Baca : Kunci Indonesia Menjadi Negara Maju Adalah Pendidikan Vokasi

 

“Kolaborasi ini dapat dilakukan di banyak hal. Misalnya pengembangan di bidang akademik berupa kerjasama antar civitas dalam penulisan jurnal ilmiah maupun sabbatical leave atau professor exchange, dan tentu Kerjasama di bidang lainnya ” ujar Dirjen kelahiran Garut ini.

Dalam pertemuan yang dihadiri para Rektor dan Ketua PTKIN seluruh Indonesia itu juga dibahas beberapa hal strategis yang sedang dihadapi perguruan tinggi. Di antaranya, finalisasi berbagai PMA maupun KMA turunan dari PP 46 Tahun 2019. Akreditasi perguruan tinggi keagamaan Islam, transformasi kelembagaan PTKIN, dosen tetap bukan PNS, dan pengembangan jurnal ilmiah di PTKIN.

 

Baca : Sertifikasi Sekolah Untuk Gelar Pembelajaran Tatap Muka

 

“Kami optimis dapat merampungkan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang kita hadapi dengan kerjasama dan kolaborasi yang kuat antar perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, dan para stakeholder kita,” ujar dia.

 

 

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *