Literasi Digital Solusi Pendidikan Jarak Jauh lebih Efektif

Literasi Digital

Photo by Julia M Cameron from Pexels

 

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sudah tidak asing lagi ditelinga. Model pembelajaran yang satu ini telah diterapkan selama pandemi berlangsung. Yang harus dimiliki oleh setiap pesertadidik dalam menjalani pendidikan dengan model seperti ini dalah literasi digital. Kemampuan tersebut penting dimiliki sebab transormasi di era digital sangan cepat.

Sri Wahyuningsih Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan mengatakan, pendidikan sangat terdampak kala pandemi. Segitiga emas pendidikan, yakni guru, siswa, dan orang tua murid harus dapat beradaptasi dengan Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) baik secara luring ataupun daring.

 

Baca : Rawan Bencana Alam Kurikulum Kebencanaan Minta Diajarkan

 

“Perlu adanya pemahaman literasi digital, karena anak juga mulai dekat dengan media sosial yang tidak terbendung,” kata Sri dalam seminar daring bersama pewarta, Sabtu (20/2/2021).

Rawan Perundungan dan Penipuan

Literasi digital penting bagi anak. Semenjak pandemi anak lebih akrab dengan internet dan smartphone. Selain itu pengenalan social media yang lebih dini membuat anak menjadi lebih mudah mengkases informasi. Tidak hanya untuk pendidikan Literasi digital juga penting untuk mencegah anak menjadi korban perundungan cyber (cyber bulliying). Penipuan menggunakan media internet (Phising) juga banyak terjadi. Dengan pemahaman literasi digital siswa dapat menghindarinya.

Oleh karena itu Kemendikbud telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna melaksanakan edukasi dan literasi digital kepada anak, orangtua dan guru.

 

Baca : Pengganti Ujian Nasional Sudah Siap!

 

Kolaborasi Kemendikbud dengan Kominfo telah melahirkan beberapa terobosan. Diantaranya ada produksi konten positif dan edukasi yang bisa diakses secara gratis. Masyarakat dapat mengakses konten tersebut pada TVRI dan RRI. Selain itu ada beberapa aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store.

Beliau juga mengatakan bahwa pandemi tidak hanya membawa dampak negatif saja. Jika dilihat dari sisi positifnya pandemi membuat percepatan untuk penerapat teknologi disektor pendidikan. Hal tersebut manjadikan masyarakat terbiasa dengan transformasi data dan informasi.

“Terbukanya akses digital tools mendorong semua pihak untuk berkontribusi dan berbagi,” imbuhnya.

 

Baca : Lulusan Perguruan Tinggi Tidak Kuat Tekanan di Dunia Kerja

 

Dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diharapkan orang tua tidak menurunkan pengawasan kepada anak. Terutama saat anak mulai berselanjar didunia internet. Terlabih orang tua harus cerdas, cermat dan bijak dalam memanfaatkan alat digital yang dimilikinya.

“(Pandemi miliki) Dampak positif dalam percepat transformasi layanan pendidikan, dan perbaikan kekurangan, dan ini adalah kerja sama semua pihak untuk mendampingi anak didiknya,” pungkasnya.

 

Sumber : Akurat.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *