Nadiem Makarim dan Kemendikbud Frustasi Urus Pendidikan

www.siswanesia.com

 

Mantan CEO Gojek Nadiem Makarim yang sekarang menjabat sebagai Meteri Pendidikan dan Kebudayaan mengaku frustasi mengurus Pendidikan Indonesia. Kurang lebih satu tahun beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Tidak hanya itu munculnya viruscorona juga menambah beban Kemendikbud.

 

 

Rumitnya Birokrasi dan Administrasi

Menurut Nadiem Makarim, organisasi swasta dengan pemerintahan jauh berbeda. Perbedaan kultur kerja swasta dengan pemerintahan yang sangat tersa adalah, Nadiem Makarim dihadapkan pada urusan birokrasi dan administrasi yang rumit.

Selain harus sesuai birokrasi dan administrasi. Setiap kebijakan yang diterapkan Nadiem Makarim akan terus disoroti oleh masyarakat, terutama oleh pengamat Pendidikan.

 

Baca : Nadiem Makarim Tidak Kompeten Mengurus Pendidikan Indonesia

 

“Kadang di pemerintahan banyak sekali yang membuat kita frustasi, banyak hal; birokrasi, administrasi, regulasi, ada berbagai macam hal, menjadi profil yang sangat publik di mana berbagai keputusan berat yang harus kita lakukan pasti tidak ada orang yang tidak setuju, bagaimana menghandle itu kan bagi saya dan tim saya itu merupakan tekanan yang sangat tinggi,” kata Nadiem dalam talkshow di YouTube Tempo, Sabtu (11/7/2020).

 

Tantangan Virus Corona

Tantangan Nadiem Makarim kian bertambah saat situasi pandemi virus cororna covid-19. Situasi tersebut membuat Nadiem Makarim harus berpikir ekstra keras untuk mengupayakan Pendidikan terus berjalan.

 

Baca : Pendidikan Jarak Jauh Permanen, Inilah Alasan Kemendikbud

 

“Jadi bayangkan, pertama kali masuk pemerintah, pertama kali di sektor pendidikan, pertama kali mengalami pandemi, semuanya pada saat yang bersamaan, ya kekuatan mental harus menjadi kunci utama bagi saya dan tim saya sekarang,” katanya dikutipdari Suara.

Nadiem Makarim mengatakan bahwa yang dapat menilai kinerjarnya di Kemendikbud hanyalah Presiden dan masyarakat Indonesia. Presiden sebagai orang yang mempercayai beliau untuk memimpin pengelolaan Pendidikan Indonesia. Masyarakat yang merasakan setiap kebijakan yang dijalankan oleh Kemendikbud baik disektor Pendidikan maupun sektor kebudayaan.

 

Baca : Pendidikan Tidak hanya Tentang Belajar di Sekolah

 

“Kalau saya (menilai) sih selalu tidak puas, saya waktu pertama kali berbicara dengan semua eselon 1, saya selalu memberikan peringatan kepada mereka, saya itu kalau kerja memang enggak akan pernah puas, jadi jangan harapkan saya pernah bilang puas,” imbuh Nadiem dikutip dari Suara.

 

 

Sumber : Suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *