Nadiem Makarim Kembali Menuai Krikitan Terkait Pendidikan Jarak Jauh

www.siswanesia.com

Dok. siedoo

 

 

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kembali mendapat kritikan. Kali ini datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah kebijakan Kemendikbud untuk menggantikan pembelajaran tetap muka yang diliburkan akibat pandemi.

Banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika menjalani Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal ini menurut Syaiful Huda menandakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tidak memahami peta Pendidikan di Indonesia.

 

Baca : Rencana Kemendikbud Buka Sekolah di Zona Kuning, Pengamat Risau

 

“Seharusnya dipetakan dulu, berapa siswa sekolah yang tidak punya ponsel, dan berapa anak punya ponsel pintar tapi tidak punya kuota,” kata Syaiful di Jakarta, Jumat (31/7/2020), dikutip dari WarnaMediaBali.

Menurutnya Kemendikbud harus melakukan koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten atau kota. Karena merekalah perpanjangan tangan dari Kemendikbud. Kemungkinan Nadiem Makarim tidak mengetahui berapa sekolah yang belum siap menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh seperti sekolah lain.

 

Baca : Paket Data Internet Jadi Penghambat Belajar Siswa di Lumajang

 

“Segera lakukan koordinasi untuk bisa melihat data siswa, mulai dari lapisan bawah, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Data Perencanaan Digitalisasi Nasional Kementrian Komunikasi dan Informatika. Di Indonesia terdapat 83.218 desa/kelurahan dengan 12.548 belum terjangkau jaringan 4G dan 9.113 adalah daerah dengan 3T.

Maka dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa 49.33% yang sudah terfasilitasi dengan jaringan 4G. 44.35% terfasilitasi jaringan 3G dan 68.54% terfasilitasi jaringan 2G. jadi maasih tersisa 31.46% wilayah yang belum terfasilitasi .

 

Sumber : WartaMediaBali

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *