Nadiem Makarim Tegaskan Sekolah Tatap Muka Sifatnya Tak Wajib

www.siswanesia.com

Ilustrasi sekolah. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

 

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan sekolah tatap muka akan dibuka pada bulan Januari tahun 2021. Namun sifatnya bukanlah wajib diikuti oleh semua Lembaga Pendidikan. Nadiem Makarim menerangkan bahwa sifat dari dibukanya sekolah tatap muka adalah diperbolehkan.

“Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, bukan diwajibkan,” kata Nadiem dalam konferensi pers daring dikutip dari akun YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/10).

 

Baca : Pendidikan Bukan Lahan Komersialisasi

 

Penyataan itu beliau sampaikan ketika mengumumkan kebijakan untuk memberikan kewenangan secara penuh kepada pemerintah daerah. Kewenangan ini adalah untuk mengatur daerahnya masing-masing untuk memutuskan pembukaan sekolah tatap muka.

Kebijakan ini akan berlaku mulai bulan Januari tahun 2021. Nantinya Pemerintah Daerah dapat memutuskan membuka sekolah di wilayahnya dengan berbagai pertimbangan.

“Perbedaan besar di SKB [Surat Keputusan Bersama empat Menteri] sebelumnya, peta zonasi risiko tidak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka, tapi Pemda menentukan, sehingga bisa memilih daerah-daerah dengan cara yang lebih detail,” jelasnya.

 

Baca : Jalur Cepat Pendidikan Vokasi D2 Hanya Tiga Semester

 

Nadiem Makarim mengatakan bahwa kondisi penyebaran disetiap daerah bisa sangat beragam baik di tingkat kecamatan hingga desa. Oleh karena itu Nadiem Makarim mengevaluasi kebijakan membuka sekolah tatap muka berdasarkan tolak ukur zonasi risiko. Karena menurut data yang ada, kebijakan tersebut kurang efektif.

Syarat yang harus dilalui sebelum membuka sekolah tatap muka adalah, pertama harus mengantongi izin dari Pemda, Kantor Wilayah (Kanwil) serta orang tua peserta didik melalui komite sekolah.

Nadiem Makarim meperbolehkan orang tua siswa untuk tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Meskipun sekolahnya sudah dibuka.

 

 

Sayarat Sekolah Bisa Tatap Muka

Syarat untuk sekolah dapat melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka adalah dengan memenuhi enam daftar periksa. Yakni ketersediaan fasilitas sanitasi dan kebersihan, fasilitas pelayanan Kesehatan, serta kesiapan penerapan memakai masker dilingkungan sekolah.

 

Baca : Digitalilasi Pendidikan Terhalang Infrastruktur Yang Belum Memadai

 

Selanjutnya sekolah harus memiliki alat pengukur suhu, mendapat persetujuan sekolah dan melakukan pemetaan keadaan dan kondisi warga sekolahnya. Ini termasuk bagi guru dan siswa yang memiliki penyakit komorbid, tidak punya akses transportasi yang aman, atau punya riwayat perjalanan yang berisiko.

Selanjutnya sekolah juga harus melakukan pemetaan keadaan dan kondisi warga sekolah. Ini termasuk guru dan siswa yang memiliki Riwayat penyakit komorbid, Riwayat perjalanan yang berisiko serta kesiapan siswa datang ke sekolah dengan akses transportasi yang aman.

 

Sumber : CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *