Negara Lain Tertarik Program Kouta Balajar Dari Kemendikbud

www.siswanesia.com

Mendikbud Nadiem Makarim. (Rengga Sancaya/detikcom)

 

Beberapa bantuan telah disalurkan kepada pelaku Pendidikan di Indonesia. Kuota belajar berupa data internet yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara daring sudah tersalurkan. Manfaatnya mulai dinikmati oleh mahasiswa, guru, dosen dan pihak lainnya. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Program kuota belajar ini banyak menarik perhatian Menteri Pendidikan di berbagai negara.

“Saya bicara dengan menteri-menteri dari luar negeri, menteri pendidikan lainnya, dan mereka melihat ini sebagai salah satu inovasi di bidang dunia penanganan COVID. Banyak sekali menteri-menteri pendidikan lainnya lumayan terkejut dan sangat tertarik untuk melihat bagaimana ini program pembagian pulsa, karena kami melakukan ini dalam waktu 4 sampai 5 minggu, beserta dengan Kemenkeu,” ujar Nadiem dalam diskusi di akun YouTube Kemenkeu, seperti dilihat, Selasa (27/10/2020).

 

Baca : 5 Jurus Sistem Pendidikan Finlandia Terbaik Dunia

 

40 Juta Nomor Terdaftar

Menurut Nadiem Makarim, bantuan kuota internet sudah dibagikan kepada 40 juta nomor HP dan terus bertambah jumlahnya. Kepedannya Nadiem Makarim menginginkan pola yang berbeda dalam penyaluran bantuan. Yakni dengan dompet digital yang telah terintregrasi oleh nomor ponsel penerima bantuan.

“Belum pernah di sejarah Indonesia melakukan distribusi sampai 40 juta nomor lewat nomor HP dengan cara ini yang sebegitu cepat bisa terdistribusi. Mungkin Bu Ani (Menkeu Sri Mulyani, red) ini bisa menjadi salah satu inovasi bahwa kita melihat bahwa kalau misalnya ada digital wallet dalam setiap nomor-nomor HP ini bisa menjadi pola distribusi pola bantuan sosial yang cukup terbiasa,” paparnya.

Dari data yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan bahwa hampir 85 persen penerima bantuan merasakan bantuan ini tepat sasaran. Oleh karena itu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus meningkatkan program bantuan kuota belajar.

 

“Dana kuota yang sekarang, saya sangat senang dan gembira mendengar berbagai macam survei bahwa ini adalah program bantuan sosial pendidikan yang luar biasa terasanya. Hampir 85 persen dari masyarakat merasa bahwa ini program yang tepat sasaran. Tentunya program ini harus terus kita sempurnakan,” ujar Nadiem.

 

Baca : Diduga Tewas Karena Terbebani Tugas Sekolah Daring

 

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan pemangku kepentingan lainnya, yakni Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Untuk peserta didik PAUD, subsidi kuota yang dialokasikan sebanyak 20 GB/bulan. Peserta didik dasar dan menengah 35 GB/bulan. Pendidik PAUD dan pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan. Serta mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Semua itu memiliki jatah kuota umum 5 GB/bulan, sisanya adalah kuota belajar.

 

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *