Pembelajaran Tatap Muka di Mulai Begini Hasilnya

www.siswanesia.com

TINJAU: Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Habib Zainal Abidin dan tim saat meninjau MTs N 1 Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

 

Pemebelajaran Tatap Muka mulai digelar di berbagai daerah di Indonesia termasuk kabupaten pasuruan. Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan memastikan pembelajaran di wilayah mereka dapat berjalan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut ditunjukkan dengan mengunjungi salah satu sekolah pada 18 Agustus yang lalu.

Antusias tinggi ditunjukkan oleh warga sekolah yang telah lama merindukan kesempatan ini. Hal tersebut sangat dimaklumi karena selama ini merek hanya bisa melakukan kegiatan pembelajaran melalui jaringan internet.

 

Baca : Beasiswa Kuliah S2 Di Luar Negeri dengan Fasilitas Kelas Atas

 

“Banyak yang menyambut gembira PTM tersebut. Siswa ataupun guru, semuanya sama-sama antusias,” terang Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Habib Zainal Abidin.

Namun Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengakui belum 100 persen terpenuhinya syarat-syarat protokol kesehatan. Masih ada beberapa pelanggaran prokes yang dilakukan oleh warga sekolah. Kedepannya Dewan Pendidikan akan lebih menekankan penerapan prokes untuk lebih ditingkatkan lagi.

“Masih ada yang berjabat tangan atau bergerombol. Mungkin saking rindunya mereka satu dengan yang lain. Dan hal itu akan menjadi evaluasi agar bisa memasang pengumuman di setiap kelas atau sekolah,” timpalnya.

 

Sesuai Prokes

Habib Zainal mengatakan bahwa penerapan PTM memang seharusnya dilakukan. Karena sekolah diwilayahnya telah memenuhi sarana dan prasarana penunjang PTM selama masa pandemi belum berakhir. Seperti tempat mencuci tangan hingga jarak tempat duduk atau bangku siswa yang disesuaikan agar tidak berkerumun.

 

Baca : WOW! Bimbel Ini Berani Berikan Beasiswa Sebesar Rp 1 Miliar

 

Pembelajaran secara daring memang mulai terbentuk. Namun PTM harus tetap dilakukan karena hal tersebut adalah kebutuhan para siswa. Pembelajaran secara daring tidak bisa memberikan keteladanan dan juga pengawasan terhadap siswa sulit dilakukan.

“Karena itulah, kami mendorong agar penerapan PTM bisa dijalankan semua lembaga. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Karena, lembaga pendidikan bagi kami adalah tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Ketimbang sistem daring, anak sulit terpantau dengan baik,” sambungnya di sela-sela kunjungannya ke MTs Negeri 1 Pasuruan di Bangil kemarin (18/8).

Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani memandang, penerapan PTM sejauh ini telah dijalankan dengan baik. “Kami sudah memantau ke sekolah-sekolah. Kami rasa sudah diterapkan dengan baik. Termasuk prokesnya,” terangnya.

Kepala MTs Negeri 1 Pasuruan Herlina Sulistiani mengaku lembaganya telah menerapkan arahan dari Satgas Penanganan Covid-19. Yaitu menerapkan 30 persen siswa dalam setiap tiga jam. Siswa masuk tidak secara bersamaan dan yang lainnya.

“Tidak semua siswa mengikuti PTM. Untuk kelas VII, menerapkan sistem daring. Sementara kelas VIII dan IX, masuk 50 persen secara bergantian hari. Hari ini untuk absen 1 sampai 16. Sedangkan besok, 17 sampai 35. Selebihnya daring,” ulasnya.

 

Minta Percepat Vaksinasi Pelajar

Dengan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka maka percepatan vaksinasi untuk pelajar akan dipercepat. Ini ditujukan untuk mendukung proses belajar diskolah agar siswa lebih kebal terhadap sebaran virus.

Masyarakat terutama para orang tua sangan menantikan PTM ini diselanggarakan. Menurut Habib Zainal PTM ini tentu tidak memaksa siswa harus datang ke sekolah untuk dapat mengikuti kegiatan belajar. Namun harus mendapatkan ijin dari orang tuanya.

 

Baca : Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Kembali Hadir

 

“Kalau orang tua pengen diundur ya jangan dihalangi. Jadi, perlu ditekankan tidak boleh memaksa,” katanya.
Sekolah dapat bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Kerja sama ini ditujukan untuk meberikan vaksin kepada peserta didiknya.

“Ini harus dilakukan. Saya harap sekolah benar-benar bisa memfasilitasi anak-anak agar bisa divaksin,” ungkapnya.
Ia juga meminta Pemkab Pasuruan untuk mempercepat vaksinasi pelajar. Sehingga, selain prokesnya diperketat, mereka sudah tervaksin. Dengan begitu, proses belajar mengajar semakin aman. Gurunya sudah divaksin, muridnya pun demikian.

“Ini penting dilakukan. Tujuannya, untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap anak-anak didik,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Saifuddin Ahmad mengatakan, program vaksinasi terus digalakan. Baik itu usia 12 tahun ke atas hingga lansia.

 

Baca : Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Kembali Hadir

 

Untuk vaksinasi pelajar dan lainnya, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya sama, kecuali Moderna. Ini untuk 18 tahun ke atas.

Ia menjelaskan, tidak ada sasaran khusus. Seperti remaja berapa dan lansia berapa. Jika ingin vaksin, tinggal datang ke puskesmas dengan membawa NIK.

“Kalau tidak ada KTP ya KK difotokopi. Yang penting ada NIK. Untuk remaja vaksin Sinovac. Dan saat ini habis, untuk vaksin merdeka dan ponpes,” terangnya.

 

Sumber : Radar Bromo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *