Pemkot Solo Persiapkan New Normal Pendidikan

Pemkot Solo Persiapkan New Normal Pendidikan

www.siswanesia.com

Dok. Serikatnews

Siswanesia – Menindaklanjuti rencana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (kemendikbud) yang akan Kembali membuka kegiatan belajar mengajar disekolah pada bulan juli 2020 mendatang. Pemerintah Kota Solo berinisiatif menyiapkan peraturan untuk penerapan New Normar Pendidikan jika suatu saat Kemendikbud benar-benar membuka Kembali sekolah.

“Pemkot Solo tengah menyiapkan regulasi dengan kemungkinan dapat menerapkan new normal di sektor pendidikan pada Juli 2020,” kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani dikutip dari Merdeka.

 

Baca : Menantikan Kebijakan New Normal untuk Dunia Pendidikan

Bulan Juli mendatang sudah masuk tahun ajaran baru 2020/2021. Oleh karena itu Pemerintah Kota Solo sudah jauh-jauh hari untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kelancaran proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terutama di Kota Solo. Pasalnya sudah hampir tiga bulan lamanya para siswa diharuskan belajar di rumah untuk mencegah penularan covid-19 dikalangan siswa saat bersekolah. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi sektor Pendidikan.

“Sektor pendidikan memang paling terdampak. Kita akan tata ulang lagi pada tahun ajaran baru, bulan Juli nanti,” ujarnya dikutip dari Merdeka.

Pemerintah Kota Solo sudah mengupayakan kegiatan belajar mengajar dialihkan ke jalur daring, sehingga siswa dapat belajar dirumah dan terhirdar dari penularan covid-19. Namun telah ditemukan kasus positif corona (covid-19) pada sisa dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Temuan kasus ini akan menjadi perhatian khusus dan evaluasi saat new normal pendidikan diterapkan di Solo,” terangnya dikutip dari Merdeka.

 

Baca : New Normal Pendidikan Sulit Diterapkan Pada Anak

Selanjutnya Ahyani juga memaparkan bahwa timnya kini tengah merencanakan matang-matang pedoman dan regulasi untuk penerapan New Normal di Kota Solo. Ditambahlagi penerapan New Normal nantinya akan dibarengi dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan juga ada sanksi bagi yang melanggar. Tentu saja harus direncanakan sebaik dan seadil mungkin untuk mengurangi permasalahan baru yang kemungkinan timbul seiring diberlakukkannya regulasi yang telah kami rancang sebelumnya.

 

Sumber : Merdeka.com

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *