Pendidikan Jangan Sampai Ketinggalan Tren

www.siswanesia.com

Wakil-Ketua-Komisi-X-DPR-RI-Hetifah-Sjaifudian

 

Pada masa yang akan datang model pekerjaan akan berbeda jauh jika dibandingkan dengan pekerjaan hari ini. Menurut Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian perubahan terjadi karena perubahan struktural seperti munculnya kenis pekerjaan baru, tenaga kerja multigenerasi dan bekerja dengan sistem tidak terbatas struktur dan tempat.

Hetifah menambahkan perubahan terjadi dalam tren otonomi pekerja, seperti karier yang pekerjaan ditentukan sendiri oleh para pekerja bukan lagi perusahaan. Ditambah lagi akan terjadi tren perubahan penerapan teknologi digitalisasi dan otomatisasi yang masih khususnya dalam bidang pengolahan data.

 

Baca : Program Beasiswa Sekolah di Jepang

 

“Untuk menghadapi tantangan SDM masa depan yang begitu kompleks, dimana dunia pendidikan kita dihadapkan pada berbagai permasalahan yang harus segera diatasi secara holistik,” kata Hetifah, saat menjadi pembicara webinar BEM HMCH Universitas Pendidikan Indonesia, dalam keterangannya, Ahad (4/7).

 

Peta Jalan Pendididkan Nasional

Sehingga perlu dibuatkan peta jalan pendidikan nasional yang holistik. Nantinya seluruh pemangku kepentingan di dalamnya termasuk siswa, harus ikut menjadi agen perubahan pendidikan nasional.

 

Baca : Saat Pandemi Mending Nikah Apa Sekolah?

 

Beberapa perbaikan pendidikan akan ditargetkan untuk memperbaiki beberapa aspek. Yaitu parsitsipasi pendidikan yang tinggi, hasil belajar yang berkualitas, dan distribusi pendidikan yang merata ke seluruh pelosok Indonesia.

“Infrastruktur dan teknologi, kebijakan, prosedur dan pendanaan, kepemimpinan masyarakat dan budaya, serta kurikulum, pedagogi, dan asesmen,” kata Hetifah menambahkan.

Menurut Bunyamin Maftuh Guru Besar UPI ketika berbicara pendidikan masa depan maka tidak dapat dipisahkan dari pendidikan masa kini dan pendidikan di masa lalu. Pada setiap zaman pendidikan diwarnai dengan tantangan dan orientasinya sendiri-sendiri yang disesuaikan dengan konteks zaman tersebut.

 

Baca : Pendidikan Modern Indonesia Sebentar Lagi Akan Terwujud

 

Bunyamin juga berpesan agar siswa pada abad 21 harus menjadi pemikir kritis, penyelesai masalah, inovator, berkomunikasi dan berkolaborasi efektif, mengarahkan diri sendiri, paham informasi dan media, paham dan sadar masalah global. Di samping itu, siswa pada abad 21 juga harus memikirkan kepentingan umum serta tampil dalam keuangan, ekonomi, dan kewirausahaan.

 

Sumber : Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *