Pendidikan Jarak Jauh Rewel, Kemendikbud Buka Sekolah!

www.siswanesia.com

Dok. Pexel

 

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) terus berjalan meski banyak keluhan yang dilaporkan masyarakat kepada Kemendikbud. Untuk mengurangi kendala ini kemendikbud menawarkan opsi kepada sekolah untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kenapa menawarkan, karena kondisi setiap daerah berbeda-beda maka yang dapat memutuskan bahwa situasi dan kondisi aman adalah sekolah itu sendiri.

 

Persetujuan Orang Tua / Wali

Namun keputusan bersama harus tercapai sebelum secara resmi suatu sekolah membuka kegiatan belajar mengajar disekolah. Sekolah tidak bisa membuka kegiatan belajar mengajar tanpa ada seizin dari orang tau siswa.

“ini Mendikbud Nadiem Makariem ingin mengingatkan sebagai Menteri dan sebagai orang tua. Bahwa untuk zona kuning dan zona hijau, sekolah tidak bisa mulai pembelajaran tatap muka tanpa persetuajuan orang tua. Melalui persetujuan dari komite sekolah yaitu perwakilan orang tua dimasing-masing sekolah” penjelasan Mendikbud dikutip dari Youtube Kemendikbud RI.

 

Baca : Nadiem Makarim Mengklaim Pendidikan Jarak Jauh Bukan Kebijakannya.

 

Sebelumnya pembukaan sekolah telah dilaksanakan dizona hijau, namun tetap dengan aturan protocol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Walaupun demikian tidak sedikit sekolah dizona kuning dan merah memaksa memulai pembelajaran tatap muka tanpa sepengetahuan Kemendikbud.

Terkait izin dari orang tua siswa ini cukup krusial. Pasalnya bagi orang tua siswa yang belum nyaman dengan pembalajaran tatap muka boleh untuk tidak mengijinkannya. Dengan demikian siswa yang tidak diizinkan orang tua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dapat melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

 

Baca : Nadiem Makarim Kembali Menuai Krikitan Terkait Pendidikan Jarak Jauh

 

Sistem Rotas / Shifting

Pembukaan sekolah haruslah diikuti dengan protocol Kesehatan yang sangat ketat. Apabila sekolah telah resmi memulai pembelajaran tatap muka ada beberapa aturan yang harus diterapkan. Yang paling baru adalah sekolah wajib menerapkan rotasi atau shifting. Artinya setiap sekolah hanya diperbolehkan membuka sekolah untuk 50 persen siswa dari total kapasitas.

Kegiatan selain kegiatan belajar mengajar tidak diperbolehkan untuk dilaksanakan. Seperti kegiatan ekstrakurikuler, kantin dan kegiatan perkumpulan lainya. Yang berpotensi menimbulkan interaksi antara setiap rombel. Pemakaian masker dan beberapa aturan Kesehatan harus tetap dijalankan sesuai checklist yang sangat ketat.

 

Baca : Rencana Kemendikbud Buka Sekolah di Zona Kuning, Pengamat Risau

 

“saya sebagai Menteri dan orang tua hanya ingin mengingatkan tiga poin ini. Bahwa relaksasi zona kuning dan hijau itu semua kuncinya keputusan ada diorang tua. bahwa protocol Kesehatan pada saat tatap muka itu sangat berbeda dari pra-pandemi dengan rotasi atau shifting. Dan yang Ketika adalah banyak sekali daerah yang tidak bisa melaksanakan PJJ bisa mulai melakukan tatap muka” tambah Nadiem Makarim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *