Pendidikan Kembali Normal Usai Vaksinasi PTK

www.siswanesia.com

Dok. Kemendikmud

 

Tahap kedua vaksinasi nasional Covid-19 telah berjalan. Salah satu prioritas vaksinasi ini adalah pelayanan publik dan lansia termasuk juga didalamnya adalah tanaga pendidikan. Termasuk gusu atau pendidik dan juga tenaga pendidikan yang lain. Masuknya tenaga pendidikan masuk dalam program vaksinasi tahap kedua adalah arahan dari bafan kesehatan dunia WHO.

Menurut Presiden Joko Widono vaksinasi Covid-19 pada guru ditargetkan selesai pada bulan Juni. Lima juta guru dan tenaga pendidikan akan masuk dalam daftar vaksinasi. Sehingga ketika memasuki tahun ajaran baru sektor pendidikan bisa berjalan dengan normal. Selain itu pembelajaran tatap muka dapat dilakukan kembali.

 

Baca : Jawa Timur Tembus Satu Juta Pendaftar SNMPTN 2021

Pada Rabu 24 Februari 2021 Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal kepada PTK di SMAN 70 Jakarta. Dalam acara tersebut sebanyak 650 PTK mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Dalam kunjungannya tersebut Presiden didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Madiem Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan juga Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim vaksinasi akan dilakukan secara bertahab. Sekolah negeri dan swasta baik formal ataupun nonformal dan pendidikan keagamaan akan dimulai dari dasar. PAUD/RA/Sederajat akan mendapatkan kesempatan yang pertama dan dilanjutkan ke jenjang yang ada diatasnya.

Untuk PTK di perguruan tinggi akan mendapatkan jatah vaksinasi paling akhir dan juga sebagai penutup program vaksinasi untuk sektor pendidikan. Dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan bekerja sama dengan kementerian keagamaan untuk menyiapkan data PTK.

 

Baca : Cara Penulisan Gelar yang Benar Sesuai PUEBI

 

Vaksinasi Pendidikan di Daerah

Untuk vaksin di daerah akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan/Dinas Pendidikan/Kantor Wilayah Kemenag masing-masing daerah. Dalam pelaksanaanya peserta vaksin dapat mendatangi tempat penyelenggaraan vaksinasi dan membawa identitas diri. Untuk PTK yang belum terdaftar dapat membaya surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan suratnya dibawa kelokasi vaksinasi.

Menteri Nadiem mengungkapkan bahwa esensi dari vaksinasi Covid-19 yang diprioritaskan untuk PTK adalah jawaban agar tahun ajaran baru bisa dimulai secara bertahap. “Dimulai dari yang paling terdampak dan kesulitan menghadapi pembelajaran jarak jauh, yaitu peserta didik pada jenjang PAUD, SD, dan SLB,” jelasnya.

Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM., Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan guru merupakan prioritas vaksinasi tahap kedua. Peryataan ini beliau sampaikan dalam kesempatan yang berbeda.

“Karena kalau guru bisa selesai divaksinasi, kemudian mereka bisa kembali ke sekolah walaupun belum dalam tahap mengajar, tetapi untuk mempersiapkan sekolahnya. Sekolah yang sehat sehingga nanti bisa buka kembali seperti sedia kala,” ungkapnya.

 

Baca : EMIS 4.0 Transformasi Pendidikan Digital Dari Kemenag

Semua PTK dihimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 3M. Dalam pelaksanaanya PTK diimbau untuk tetap dalam kondisi yang prima dan menjaga kesehata. Mengetahui kondisi kesehatan secara umum sehingga mengetahui bila ada komordid. Namun jangan sampai komorbid baru ditemukan ketika screening vaksinasi. Hal tersebut akan mengakibatkan penundaan vaksinasi hingaa pembatalan prosesi vaksinasi.

 

Sumber : Wartaekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *