Pendidikan Seks Di Sekolah Kurang, Ini Akibatnya!

Dok. Pixabay

 

Komnas Perempuan Kota Depok merespon temuan yang menginformasikan bahwa 90 persen pelajar di kota tersebut hilang keperawanan. Terkait hal tersebut Komnas Perempuan mendorong sekolah mengadakan Pendidikan seksual yang lebih komprehensif.

Menurut Alimatul Qibtiyah mengatakan bahwa dari hasil survey Komnas Perlindungan Anak 93,8 persen dari 4.700 siswi SMP/SMA di Depok, Jawa Barat pernah melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu dorongan mengadakan Pendidikan seksual di sekolah menjadi penting.

 

Baca : Kemendikbud Berikan Penghargaan Kepada PLN

 

“Karena perilaku berisiko yang sering dilakukan relasi pacaran kalau terjadi, dampak terburuk yang diemban pada perempuan, karena adanya kehamilan yang tidak diinginkan,” katanya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (28/12).

Ada beberapa permasalahan yang timbul akibat hubungan lawan jenis yang harus dipahami. Jelas perkara pertama adalah kehamilan yang tidak diinginkan, selain itu kekerasan dalam pacaran serta hubungan yang tidak sehat.

Menurutnya lagi dalam berbagai kasus tertentu, perempuan menjadi pihak yang paling dirugikan. Misalkan dalam kasus hamil diluar nikah dan siswi akan dikeluarkan dari sekolah. Hal tersebut akan berimbas pada pemenuhan hak yang terhambat. Dampak-dampak ini perlu dipahami oleh siswa dan siswi di sekolah.

 

Pendangan Masyarakat

Menurut pemahamanya sebagai ahli dibidang kajian gender dan Pendidikan seksualitas, masyarakat Indonesia masih menganggap Pendidikan seksual di sekolah artinya mendorong kegiatan seksual aktif.
Di berbagai negara yang menerapkan Pendidikan seksual di sekolah membuat siswa dan siswinya menjadi mengurungkan niat ke arah tersebut. Hal tersebut diperoleh setelah siswa dan siswi mendapat pemahaman yang komprehensif tentang edukasi seks.

 

Baca : Pendidikan Vokasi Penyedia Calon Tenaga Kerja Terampil

 

“Ketika anak mendapat pendidikan seksual, justru mereka akan semakin menunda [aktivitas] seksual aktifnya. Lah ini yang kadang-kadang agak susah untuk dipahami,” ujarnya.

Menurut Alim, anak yang melakukan hubungan seks justru memiliki pengetahuan tentang seks yang rendah. Termasuk pemahaman terkait resiko dan dampak yang akan didapatkan Ketika melakukan hubungan seks dibawah umur. Baik secara sosial, budaya, norma dan agama.

 

Baca : TikTok Kerjasama Ikatan Guru Indonesia Dukung Pendidikan

 

Pendidikan seks yang komprehensif yang dimaksudkan meliputi hubungan seksual dan risikonya, cara berkomunikasi yang baik, kesadaran akan industri seks dan pornografi, sampai cara berhubungan yang sehat dan setara.

 

Sumber : CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *