Pengganti Ujian Nasional Sudah Siap!

www.siswanesia.com

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

 

Secara resmi Ujian Nasional (UN) tahun 2021 dihapus sebagai syarat kelulusan siswa. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Dilansir dari laman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). SE tersebut tentang peniadaan Ujian Nasional. Karena masih tingginya angka penularan covid-19 berimbas pada pelaksanaan Ujian Nasional yang harus terhalang (4/2/2021).

 

Baca : Lulusan Perguruan Tinggi Tidak Kuat Tekanan di Dunia Kerja

Kemendikbud berupaya untuk melindungi Kesehatan dan keselamatan pesetadidik, pendidik dan tanga Pendidikan.
Selain Ujian Nasional, bersamaan dengan Surat Edaran tentang penghapusan Ujian Nasional, Ujian Kesetaraan tahun 2021 juga dihentikan .

Akibatnya ujian nasional beserta ujian kesetaraan tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Disamping itu juga tidak digunakan untuk seleksi masuk ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi.

Nilai rapor jadi syarat kelulusan dan kenaikan kelas.

Menurut Surat Edaran Mendikbut, ujian tersebut tetap akan ada penggantinya. Baik untuk kelulusan siswa atau untuk kenaikan kelas. Yaitu :

  1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah memenuhi ketentuan: Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik.

 

Baca : Kemenperin Siapkan Pendidikan Vokasi Setara D1 Gandeng Industri Lokal

 

Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
Pada point tiga, dijelaskan bahwa yang dimaksud mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan Pendidikan adalah dalam bentuk :

  1. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).
  2. penugasan.
  3. Tes secara luring atau daring.
  4. Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Uji Kompetensi Pada SMK

Khusus untuk siswa yang berada dalam jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan program studi yang ditempuhnya dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya untuk Ujian kesetaraan, yakni paket A, paket B dan paket C. Ujian yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan.
  2. Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan.
  3. Ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sesuai ketentuan.
  4. Peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usai dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  5. Hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan.

 

Baca : Tak Ada Perubahan, Pembelajaran Tetap Online di Tahun 2021!

 

Sedangkan untuk siswa yang akan menghadapi kenaikan kelas akan diberlakukan ujian sebagai berikut :

  1. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).
  2. penugasan.
  3. Tes secara luring atau daring.
  4. Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

 

 

Sumber : Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *