Program Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bersama UMKM

www.siswanesia.com

Foto oleh Ricardo Esquivel dari Pexels

 

Program Kemitraan Dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini diperluas. Program ini adalah program kemitraan antara Lembaga Pendidikan Vokasi dengan dunia usaha dan industry. tidak cukup sampai disitu, kini Kemendikbud membuka peluang kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi dengan usaha micro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Kemitraan Bersama UMKM

Ahmad Saufi Direktur Kemitraan Dan Penyelarasa Dunia Usaha Dan Dunia Industry (Dit Mitras DUDI) Kemendikbud mengatakan. UMKM harus dilibatkan dalam program ini. Menurutnya UMKM berkontribusi menyerap hampir 97 persen lapangan pekerjaan. Disisilain sekitar 2.200 Pendidikan Tinggi Vokasi menghasilkan Angkatan kerja baru setiap tahunnya.

 

Baca : Unibersitas Online Indonesia Resmi Dibuka!

 

“Para lulusan pendidikan vokasi ini harus bisa diterima sebagai tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri. Sedangkan kita punya peluang besar di UMKM sebagai bagian dari unit usaha. UMKM bahkan menyumbang 60,34 persen PDB nasional. Artinya, jika kita membangun UMKM, maka kita juga ikut membangun ekonomi nasional,” tutur Saufi melalui siaran pers, Sabtu, 26 September 2020.

Ahmad Saufi mangatakan kemitraan dangan UMKM belum banyak terjadi khususnya Dengan Perguruan Tinggi Vokasi. Tahun ini Kemendikbud dengan Dit Mitras DUDI telah meluncurkan program penguatan kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bersama Industry, Dunia Usaha, Dunia Kerja (IDUKA)

Nantinya dengan berjalannya program ini, Pendiidkan Tinggi Vokasi tertunjuk akan menerima dana yang digunakan untuk pengambangan dan pendampingan UMKM. Bentuk kemitraan yang akan dilakukan adalah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan produk, penyelesaian masalah di UMKM, serta peningkatan kompetensi SDM di UMKM dan Pendidikan Tinggi Vokasi.

 

Berbasis Link and Match

Kemitraan yang akan dijalankan berbasis pada konsep keterkaitan dan kecocokan (link and match) agar kedua kemitraan ini menguntungkan bagi keduannya. Perguruan tinggi vokasi bertukan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan serta mendampingi usaha micro dan kecil. Untuk usaha menengah dan besar dapat digunakan sebagai tempat magang mahasiswa.

“Kami sebagai katalisator dan fasilitator dalam kemitraan dan penyelarasan memberikan pendanaan kepada pendidikan tinggi untuk berpikir bersama memecahkan masalah yang dialami UMKM. Pendidikan tinggi vokasi memiliki sumber daya keilmuan dalam bidang pengolahan, pengemasan, pengawetan, hingga pendistribusian produk yang bisa dibagikan kepada UMKM,” papar Saufi.

Politeknik Negeri Bali (PNB) adalah salah satu Politeknik yang menerapkan pola kemitraan yang baik dengan UMKM dan industry. Disektor kemitraan bersama UMKM Politeknik Negeri Bali menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Disisi kemitraan bersama industry besar Politeknik Negeri Bali bermitra bersama Hotel Kempinski. Kemitraan ini meliputi pengembangan kurikulum, magang, dan perekrutran lulusan.

 

 

Penguatan Riset dan Inkubasi Bisnis

Selain kemitraan dengan dunia industry dan usaha, direktorat Mitras DUDI berencana untuk memprogram penguatan riset dan incubator bisnis. Mitras DUDI berharap dengan program ini Pendidikan tinggi vokasi memiliki suatu entitas organisai yang akan berperan sebagai akselerator ekonomi. Untk kebaikan Pendidikan tinggi vokasi, DUDI dan masyarakat.

 

Sumber : Medcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *