Pulsa dan Ponsel Gratis Untuk Pendidikan Jarak Jauh

www.siswanesia

Dok. Pexel

 

Bantuan Pendidikan berupa pulsa dan ponsel tengah disusun skemanya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan bantuan ini dapat menyelesaikan masalah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Terutama pada keluarga miskin yang kesulitan untuk mengikuti system pembelajaran tersebut.

“Ini jadi tantangan baru yang harus kita pecahkan dan kita sedang bahas dengan kementerian terkait gimana kita bisa bantu keluarga-keluarga ini,” kata dia dalam webinar di Jakarta, Selasa (11/8) dikutip dari merdeka.

 

Baca : Pendidikan Jarak Jauh Membunuh Pendidikan Indonesia!

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyadari dan ikut prihatin dengan kondisi seperti ini yang memaksa sector Pendidikan bekerja ekstra keras. Siswa sekolah dasar hingga mahasiswa harus melakukan aktivitas pembelajaran dari rumah.

“Dan kita sedang membahas gimana kita bisa bantu di mana mereka tidak bisa sekolah, tapi juga tidak bisa akses melalui pembelajaran digital,” kata dia.

 

Pendidikan Jarak Jauh Bermasalah

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang mengakui banyak kendala dalam penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Namun Pendidikan Jarak Jauh adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun tidak maksimal.

“Di masa PJJ ini sangat sulit begitu banyak tantangan yang harus dihadapi banyak sekali guru yang kesulitan mengelola PJJ dan kemudian banyak juga yang terbeban harus melakukan penuntasan kurikulum pelajaran. Terlebih waktu sulit bagi guru-guru memenuhi beban jam belajar,” ujar Nadiem saat konferensi pers melalui channel youtube Kemendikbud RI, Jumat (7/8).

 

Baca : Pendidikan Jarak Jauh Rewel, Kemendikbud Buka Sekolah!

 

Nadiem Makarim Juga menerangkan bahwa kritikan tidak hanya datang dari tenaga pendidik. Orang tua murid juga menyampaikan kritikannya kepada Kemendikbud terkait Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Mereka merasa keberatan dalam mengikuti metode ini. Kebanyakan dari mereka beralasan karena sibuk bekerja sehingga kesulitan dalam mendampingi anaknya belajar.

Orang tua siswa juga kesulitan untuk memahami kurikulum yang berlaku. Ditambah lagi sulit memotivasi anak-anak yang mengalami kejenuhan dan juga stress akibat isolasi yang berbulan bulan. Meningakatnya rasa cemas dan depresi berpotensi meningkat seiring semakin intensya orang tua yang sedikit keras.

Program guru berbagi, bimbingan teksis daring, webinar serta penyediaan kuota internet gratis untuk siswa. Adalah beberapa upaya yang sudah dijalankan Kemendikbud untuk mengurangi kesulitan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

 

Baca : Nadiem Makarim Mengklaim Pendidikan Jarak Jauh Bukan Kebijakannya.

 

“Relaksasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang bisa digunakan untuk kuota siswa, peralatan pembelajaran dan untuk peralatan persiapan pembelajaran tatap muka,” jelasnya dikutip dari Merdeka..
Tidak hanya itu, Nadiem Makarim juga telah memberikan channel alternative untuk siswa yang berdomisili pada BlankSpot atau tidak terjangkau Internet. Yaitu dengan program belajar dari rumah yang disiarkan oleh TVRI dan RRI. Kemendikbud juga bekerjasama dengan berbagai mitra lainya. Kemendikbud juga menyediakan website E-Learning gratis bernama Rumah Belajar.

Sumber : Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *