Rawan Bencana Alam Kurikulum Kebencanaan Minta Diajarkan

www.siswanesia.com

Dok. Liputan6.com

 

 

Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, meminta kurikurum tentang lingkungan dan kebencanaan diajarkan disekolah. Harapannya adalah siswa dapat mencari solusi Ketika terjadi bencana disekitar mereka. Mengingat penanganan bencana saat ini utamanya bertumpu pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dari pemerintah sudah mulai dimasukkan kurikulum pendidikan kebencanaan. Kurikulum muatan lokal,” kata Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa.

 

Baca : Pengganti Ujian Nasional Sudah Siap!

Beliau mengatakan setiap daerah akan diajarkan Pendidikan kebencanaan yang berbeda-beda. Pengajaran Pendidikan kebencanaan dilihat dari daerahnya dan akan disesuaikan dengan resiko bencana yang bisa saja terjadi. Ana-anak disekolah akan diajarkan tentang kesadaran ketika terjadi bencana seperti tanggap dan serpon yang harus dilakukan Ketika terjadi bencana.

“Sesuai tempatnya masing-masing. Jika itu daerah biasa longsor ya (materi pendidikan) longsor, kalau banjir ya (materi pendidikan) banjir. Kalau gempa ya gempa bumi. Kalau gunung meletus kaitan dengan masalah gunung meletus,” ujar dia.

 

Tanah Longsur Nganjuk

Untuk di Nganjuk yang longsor, lanjut dia, bisa diajarkan masalah bagaimana merawat hutan dan pekarangan. Materi tersebut juga sudah ada di BNPB, sehingga bisa menjadi bahan materi pendidikan menarik untuk anak.
Seperti yang dicontohkan oleh Muhadjir Effendy yaitu bencana tanah longsor yang ada di Nganjuk. Beliau menerangkan pelajaran yang bisa diberikan kepada siswa yaitu bagaimana merawat hutan dan pekarangan. Sejatinya materi-materi ini sudah ada yaitu di Badan Nasionak Penanggulangan Bencana (BNPB). Yang nantinya akan menjadi bahan ajar yang menarik untuk siswa disekolah.

 

Baca : Lulusan Perguruan Tinggi Tidak Kuat Tekanan di Dunia Kerja

 

Ketika berkunjung ke Desa Ngetos Kabupaten Nganjuk tempat terjadinya bencana tanah longsor beberapa hari yang lalu. Beliau mengatakan bahwa ditahun ini masih rawan benca alam seperti gampa bumi, tanah longsor dan banjir. Hal tersebut dipengaruhi oleh badai yang sedang melanda yaitu Badai La Nina. Badai ini menimbulkan dampak ke berbagai sektor utamanya banjir.

“Itu dampaknya sangat luas. Karena itu pesan saya kepada warga terutama di wilayah rentan pada ancaman ini untuk waspada,” kata dia.

 

Baca : Kemenperin Siapkan Pendidikan Vokasi Setara D1 Gandeng Industri Lokal

 

Sudah sepatutnya para siswa juga memperhatikan kodisi lingkungan tempat tinggalnya. Bukan berarti dengan kurikulum Pendidikan kebencanaan ini dapat menghapuskan bencana alam. Namun diharapkan dengan siswa memahami dan memiliki respon yang baik terhadap bencana yang terjadi dapat mengurangi korban akibat bencana alam. Disamping itu Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dari Pendidikan kebencanaa dapat dipraktikkan jauh sebelum bencana tersebut terjadi.

 

Sumber : Antara New

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *