Sekolah Virtual Banjir Pujian Dari Pengamat Pendidikan

www.siswanesia.com

Dok. Antara

 

Tukiman Tarunasayoga dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang mengapresiasi kebijakan yang jalankan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kebijakan tersebut adalah adanya sekolah virtual yang dapat mengurangi angka putus sekolah.

“Ini terobosan luar biasa dan patut diapresiasi, saya sangat mendukung langkah ini. Sekolah virtual merupakan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya,” katanya di Semarang, Selasa.

 

Baca : Pengamat Minta Kemendikbud Siapkan Opsi Lain Asesmen Nasional

 

Menurut Tukiman hak memperoleh Pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah minimal kepada anak-anak yang masih dibawah 18 tahun.

“Apapun yang terjadi, apakah tidak mampu atau karena faktor lain, pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi hak pendidikan anak. Dan ini yang dilakukan oleh Pak Ganjar dengan membuat sekolah virtual ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Profesor Rustono Rektor Universitas Ivet Semarang sekaligus merangkat sebagai Dewan Pendiidkan Jateng. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak usia sekolah tidak boleh terlantar hanya karena masalah ekonomi.

 

Baca : Beginilah Maksud Palas 65 UU Cipta Kerja Tentang Pendidikan

 

“Alhamdulillah ada gagasan membuat sekolah virtual ini. Dengan begitu, maka mereka mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak,” katanya.

 

Mambantu Masyarakat

Beliau juga melanjutkan, tentunya masyarakat akan sangat senang dengan program ini. Masih banyak masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya karena keterbatasan biaya.

“Jateng daerahnya cukup besar, dan masih banyak yang memerlukan akses pendidikan. Untuk itu, saya harap sekolah virtual bisa dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya.
Nantinya siswa dari sekolah virtual akan mendapatkan hak yang sama dengan siswa regular. Siswa ini akan terjatat dalam dapodik sekolah negeri yang mengampu.

“Mereka terdaftar sebagai siswa, sehingga resmi. Lulusannya juga diakui dan mendapat hak yang sama, bisa bekerja atau melanjutkan kuliah. Semuanya sama, hanya saja metodenya yang berbeda karena sekolah virtual ini lebih banyak daring dan sesekali tatap muka,” katanya.

Gubernur Ganjar membuka sekolah virtual di SMA Negeri 3 Kabupaten Brebes dan SMA Negeri 1 Kemusu Kabupaten Boyolali yang masing-masing diikuti 36 anak.

 

Baca : Kaget Pasal Pendidikan Ternyata Masuk UU Cipta Kerja

 

Ganjar menjelaskan bahwa ide awal pembuatan sekolah virtual itu adalah untuk memberikan peluang pada semua anak berkesempatan belajar sebab banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah atau berhenti sekolah karena alasan biaya.

“Maka kami buat konsep sekolah virtual ini agar mereka yang tidak sekolah atau berhenti sekolah karena faktor ekonomi, tetap bisa sekolah dengan baik. Akan kami dampingi dan bantu mereka melanjutkan cita-citanya,” ujarnya saat pembukaan sekolah virtual itu dilakukan secara daring di ruang kerja gubernur.

 

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *