Sertifikasi Sekolah Untuk Gelar Pembelajaran Tatap Muka

www.siswanesia.com

Foto. Dok jatimnow.com

 

Percepatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Pada tahap awal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi berfokus pada jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Suratno , Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi mengatakan, bahwa pelaksanaan program ini adalah tindak lanjut dari perubahan yang terjadi pada surat keputusan bersama. Yaitu Surat Keputusan Barsama empat Menteri terkait KBM pasca masa tanggap darurat covid-19 di Indonesia.

 

Baca :  Pendidikan Militer Untuk Mahasiswa Selama Satu Semester

 

Perubahan yang terjadi adalah Kegitan Belajar Mengajar (KBM) boleh dilaksanakan pada kabupaten/kota dengan status zona kuning. Sebelum mengalami perubahan, surat tersebut melarang adanya kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka pada kabupaten/kota dengan status zona kuning. Namun diperbolehkan pada zona hijau.

”Namun saat ini Banyuwangi masuk zona orange, mudah-mudahan minggu depan masuh zona kuning. Biasanya setiap Senin Gugus Tugas Covid 19 pusat dan saat itulah kami akan menyampaikan kepada sekolah-sekolah,” jelasnya dikutip dari Jatim Times.

 

Baca : Pendidikan Vokasi Penyumbang Pengangguran Terbanyak?

 

Sertifikat Untuk Sekolah Gelar KBM

Sekolah nantinya akan diberikan semacam sertifikat dari Gugus Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten Banyuwangi. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa sekolah dapat menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka disekolah. Karena sekolah tersebut telah melakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah setempat. Mengantong surat ijin dari orang tua siswa yang mengijinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Sudarman Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Giri Banyuwangi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan perbaikan. Baik menambah fasilitas yang disyaratkan pemerintah untuk dapat menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dikelas. Hingga penyesuaian kelas yang akan menerapkan system rotasi/shifting.

“Kami sudah melakukan persiapan menyongsong KBM tatap muka dengan guru melakukan Rapid Test. Bahkan 80 persen orangtua siswa menginginkan putra-putrinya mengikuti KBM tatap muka. Namun apapun alasanya kalau Banyuwangi masih warna orange KBM tatap muka belum bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan Banyuwangi segera berubah zona kuning syukur bisa masuk zona hijau,” jelasnya.

 

Baca : Kemendikbud Terapkan Sistem Buka Tutup Pendidikan Indonesia

Selantunya beliau juga mengatakan bahwa smp negeri 1 sudah menyiapkan pola pembagian kelas. Alur masuk area sekolah sesuai protocol Kesehatan dan pembagian jam belajar sesuat SOP yang ditetapkan. Ini semua sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim yang mengeluarkan kurikulum darurat pasca covid-19 untuk para siswa.

 

Sumber : JatimTimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *