Tak Ada Perubahan, Pembelajaran Tetap Online di Tahun 2021!

Photo by Julia M Cameron from Pexels

 

Tahun ajaran baru 2020/2021 menjadi harapan didunia Pendidikan tanah air. Setelah hampir satu tahun ajaran tidak dapat melaksanakan Pendidikan secara maksimal. Namun kondisi berkata lain, virus corona covid-19 yang tak kunjung reda merubah rencana.

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro akan menunda Pembelajaran Tatap Muka semester genap 2020/2021. Hal ini sesuai dengan surat edaran nomor 421/2665/412.201/2020. Surat edaran tersebut menjelaskan tentang Penundaan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021.

 

Baca : Revisi Undang-Undang Pendidikan Jadi Omnibus Law Klaster Pendidikan?

Surat edaran tersebut dalam rangka menindaklanjuti Siaran Pers Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 368/sipers/A6/XI/2020 pada tanggal 20 November 2020. Siaran tersebut berisi pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh untuk menentukan izin pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021.
Isi Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kantor Disdik Bojonegoro tersebut adalah :

  1. Bahwa Kesehatan dan Keselamatan menjadi Prioritas kita bersama.
  2. Memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 yang masih sangat fluktuatif dan masih menjadi ancaman kita bersama.
  3. Untuk Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap ditunda sampai ada pemberitahuan selanjutnya.
  4.  Seluruh Satuan Pendidikan agar tetap berkoordinasi secara struktural dan melaporkan secara berkala kepada Kantor Disdik Bojonegoro.

 

Pembelajaran Daring

Kepala SMP Negeri Kapas Bambang Hadi S. mengatakan bahwa pihaknya telah menginformasikan kepada wali murid kelas VII, kelas VIII dan kelas IX tentang penundaan pembelajaran tatap muka sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro.

 

Baca : Awas !!! Digitalisasi Pendidikan Rawan Serangan Siber

 

“Pembelajaran yang dilakukan oleh SMP Negeri Kapas menggunakan pembelajaran Sistem Daring atau Sistem Online dengan mengoptimalkan Aplikasi SIFAJARGORO, untuk siswa yang tidak mengikuti Daring karena hambatan jaringan internet bisa mengikuti pembelajaran Sistem Luring atau Offline yang sudah ditetapkan oleh sekolahan”, jelas Kepala SMP Negeri Kapas, Sabtu (02/01/2021).

Bambang Hadi S. menyebutkan bahwa SMP Negeri Kapas telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online dari rumah. Siswa wajib mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, baik secara online dan offline.
“Selama belajar dirumah, orang tua harus mengawasi dan membimbing anaknya agar tetap berada dirumah serta selalu menerapkan Protokol Kesehatan dalam pencegahan Covid-19 yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan”, jelas Bambang Hadi S.

 

Baca : Pendidikan Seks Di Sekolah Kurang, Ini Akibatnya!

Bambang Hadi S menambahkan, untuk siswa dari SMP Negeri Kapas yang tidak memiliki Handphone Android bisa bergabung atau membuat kelompok dengan siswa yang alamat tempat tinggalnya berdekatan dan harus menerapkan Protokol Kesehatan.

Dalam penerapan dilapangan untuk siswa yang tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara online dapat membuat kelompok belajar dengan siswa yang tinggalnya berdekatan. Tentu dengan penerapan protokol Kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah Bojonegoro.

 

Sumber : NetPitu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *