Ternyata Inilah Spesifikasi Asli Laptop Viral 10 Juta Kemendikbud

www.siswanesia.com

Foto oleh Junior Teixeira dari Pexels

 

Baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudriktek) menganggarkan dana sebesar Rp 2,4 triliun untuk pengadaan alat elektronik yaitu laptop untuk pelajar pada tahun 2021. Laptop tersebut rencananya akan diberikan kepada 240.000 siswa di seluruh Indonesia.

Dana untuk pengadaan laptop ini diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang akan diberikan kepada pemerintah daerah (pemda). Pengadaan laptop ini ditujukan untuk program digitalisasi sekolah. Kemudian rencana ini banyak menimbulkan pendapat dimasyarakat. Karena menurut masyarakat anggaran Rp 10 juta per unit laptop ini terlalu mahal jika melihat spesifikasi yang akan dibeli.

 

Baca : Program Beasiswa Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

 

Dalam Peraturan Mendikbud Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Reguler Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021, terdapat keterangan detail spesifikasi laptop yang dimaksud.

Secara rinci spesifikasi minimalnya yakni:

  1. Tipe prosesor core: 2, frekuensi: > 1,1 GHz
  2. Cache: 1 M
  3. Memori standar terpasang: 4 GB DDR4
  4. Hard drive: 32 GB
  5. USB port: dilengkapi dengan USB 3.0
  6. Networking: WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
  7. Tipe grafis: High Definition (HD) integrated
  8. Audio: integrated
  9. Monitor :11 inch LED
  10. Daya/power: maksimum 50 watt
  11. Operating system: chrome OS
  12. Device management: ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivasi setelah penyedia ditetapkan menjadi pemenang)
  13. Masa Garansi: 1 tahun

 

Baca : 5 Jurusan dengan Prospek Kerja Tinggi Tidak Terdampak Pandemi

 

Spesifikasi Minimum

Menurut Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud M Samsuri, spesifikasi diatas adalah spesifikasi minimum laptop yang ditentukan oleh pemerintah. Bila harga per unit laptop dengan spesifikasi minimum itu di bawah anggaran yang ditentukan maka akan mengikuti harga pasaran tersebut.

Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada pemerintah daerah sebagai pengelola dana. Bila ingin membeli spesifikasi laptop yang lebih tinggi dari standart yang ditetapkan pemerintah, maka diperbolehkan. Asalkan tidak melebihi anggaran yang telah dialokasikan.

“Jadi tergantung harga dipasarannya berapa. Misal dengan spek teknis yang minimum yang ditentukan Kemendikbudristek itu ternyata harganya cuma Rp 5,8 juta per unit, ya sudah. Kalau mereka mau beli yang seperti itu, maka yang tadinya (sesuai rencana) cuma bisa 10, kalau bisa nambah yah silahkan,” ujar dia kepada Kompas.com, Jumat (30/7/2021).

 

Baca : Beasiswa Bank BCA Kuliah Gratis dan Jaminan Kerja!

“Atau misal bisa dengan nego minta (ke pihak perusahaan) speknya lebih tinggi lagi karena akan digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu, yah silahkan. Tapi tetap duitnya sesuai bujet yang dimiliki. Misal dikasih 100 yah enggak boleh lebih dari 100. Dari mana dananya kalau lebih?” lanjut Samsuri.

Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) diturunkan langsung oleh pemerintah melalui Menteri Kauangan (Kemenkeu) yang akan diberikan kepada pemerintah daerah.

 

Kewenangan Pemda

Untuk proses pengadaan barangnya akan melalui fasilitas yang diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atau yang biasa disebut e-katalog. Sehingga pihak Kemendikbudristek tidak dapat menetukan vendor pengadaan barang sendiri melainkan sepenuhnya kewenangan pemda.

“Jadi pengadaannya terbuka melalui e-katalog itu. Siapa pun vendor, kalau punya sertifikat dalam negeri dan dia terdaftar di e-katalog, dia bisa dipilih oleh masing-masing pemda,” ucapnya. “Maka soal harganya juga nanti tergantung meraka (pemda) memilihnya spek yang seperti apa, tapi speknya itu standar minimumnya seperti yang ada Permendikbud,” jelas dia.

Selain 240.000 unit laptop yang dianggarkan melalui DAK Fisik. Pemerintah juga telah menganggarkan Rp 1,1 Triliun untuk pengadaan laptop yang akan diberikan kapada Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek. Anggaran ini diambilkan dari dara APBN 2021.

Menurut Samsuri, anggaran di tingkat pusat itu sudah mengalami refocusing dari anggaran sebelumnya sebesar Rp 1,3 triliun untuk pengadaan laptop sebanyak 189.165 unit.

“Jadi Rp 1,1 triliun karena ada refocusing untuk anggaran lain. Itu pengadaan yang dilakukan Ditjen PAUD Dikdasmen yang akan diberikan untuk sekolah-sekolah yang di luar DAK fisik tadi,” katanya.

 

Baca : Indonesia Jadi Pionir Pendidikan Dengan Program Merdeka Belajar

Ia menambahkan, alokasi dana untuk laptop pelajar di 2021 merupakan bagian dari anggaran pemerintah untuk pengadaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) buatan lokal senilai Rp 17 triliun hingga 2024 mendatang.

“Ya itu bagian dari anggaran Rp 17 triliun sampai 2024,” pungkas Samsuri.

 

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *