Uji Coba Sekolah Tatap Muka Keselamatan Jadi Prioritas

www.siswanesia.com

Ilustrasi sekolah. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

 

Pada 7 April 2021 kemarin pemerintah DKI Jakarta telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka. Kegiatan tatap muka masih terbatas dengan menerapkan metode blended learning atau campuran. Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, untuk menyiapkan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dari rekomendasi berbagai pihak yang telah diterima oleh Dinas Pendidikan dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan peserta. Pemerintah memprioritaskan keselamatan dan kesehatan seluruh pihak yang terlibat.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 6 April 2021.

 

Baca : Literasi Mempengaruhi Biaya Pendidikan Dimasa Depan

 

Untuk mempermudah sekolah melakukan asesmen mandiri, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyiapkan channel yang bisa diakses secara online. Yakni siapbelajar.jakarta.go.id website ini ditujukan kepada seluruh sekolah yang ada di Jakarta. Asesmen akan mengukur tingkat kesiapan sekolah dalam pemberlajaran tatapmuka. Termasuk aspek kesiapan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan dan aspek kesiapan satuan pendidikan untuk dapat melaksanakan pembelajaran campuran (blended learning).

“Baik di rumah maupun tatap muka terbatas. Asesmen bertujuan untuk mengukur kesiapan satuan-satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021,” tutur Nahdiana.

 

Baca : Pancasila Tak Hanya Hafalan Ini Gagasan Nadiem Makarim

 

Uji coba pembelajaran tatap muka itu dilakukan di 85 sekolah dari tingkat SD hingga SMA
Humas Dinas Pendidikan DKI Taga Radja Gah sebelumnya mengatakan dari 100 sekolah nominasi, uji coba terseleksi menjadi 85 sekolah. “Ada 14 sekolah yang tidak memenuhi syarat dan satu sekolah mengundurkan diri,” kata Taga saat dihubungi, Selasa, 6 April 2021.

Sebelum kegiatan uji coba ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah melakukan pelatihan kepada sekolah selama dua minggu. Pelatihan yang telah berakhir pada 5 April 2021 ini dari sekolah yang hadir diantaranya 14 sekolah tidak mengikuti pelatihan secara penuh. Untuk itu sekolah tersebut tidak bisa mengikuti uji coba ini karena belum menyerahkan modul terkait penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran tatapmuka.

 

Baca : Fakultas Favorit di SNMPTN Tahun 2021

 

Sekolah tatap muka ini dilakukan oleh satuan pendidikan yang telah mempunyai komitmen untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal itu terlihat dari pelatihan kepada para guru dan tenaga pendidik yang dilakukan selama dua pekan kemarin.

 

Sumber : Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *