Dindikpora Trenggalek Siapkan Aturan New Normal Pendidikan

www.siswanesia.com

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Totok Rudijanto. (ist)Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Totok Rudijanto. (ist)

 

Siswanesia – Dana Bantuan Operasional sekolah ( BOS ) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD kini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di masa pandemi. Seperti yang hangat diperbincangkan saat ini kerkait diberlakukannya New Normal Pendidikan. Walaupun sector Pendidikan akan dibuka paling akbir pada masa New Normal. Namun persiapan sudah dilakukan sejak dini dengan mengubah beberapa peraturan kertait pendanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kebupaten Trenggalek Totok Rudijanto menyampaikan berita ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 19 tahun 2020. Dalam peraturan tersebut tentang Perubahan Petunjuk BOS dan Permendikbud nomor 20 tahun 2020 tentang teknis BOP PAUD serta kesetaraan dimasa pandemi covid-19. Disebutkan bahwa dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan memebili pulsa, paket data dan atau layanan Pendidikan daring berbayar bagi Pendidikan dalam rangka belajar dirumah.

 

Baca : Penerimaan Peserta Didik Baru Online Sumber Masalah Baru

 

“Dana BOS dan BOP PAUD juga dapat digunakan untuk pembelian cairan pembersih tangan, desinfektan, masker atau alat penunjang kebersihan serta alat pengukur suhu tubuh (Thermogun),” ucap Totok, Selasa (16/06/2020) siang dikutip dari Memontum.

Cepat atau lambat penerapan New Normal Pendidikan akan diterapkan disektor Pendidikan. Oleh karena itu Dindikpora Kebupaten Trenggalek secara bertahap mematangkang persiapan-persiapan yang harus dipenuhi masing-masing sekolah.

“Kami sudah melakukan rapat bersama jajaran, baik secara langsung maupun daring (online). Hal ini dilakukan guna memantau kesiapan masing-masing sekolah menghadapi era New Normal,” imbuhnya.

Adapaun persiapan yang harus dilakukan oleh setiap sekolah di Kabupaten Trenggalek adalah dengan menyediakan peralatan kesehatan. Yang paling sederhana adalah menyediakan tempat mencuci tangan hingga pemberian hand sanitizer disetiap kelas.

 

Baca : Pendidikan Butuh Inovasi Ditengah Pandemi

Pembelajran Dengan Sistem Sift

“Dan sebelum proses belajar mengajar dimulai, ruang kelas juga harus disemprot dengan desinfektan. Serta kegiatan belajar mengajar hanya akan dilakukan selama 4 jam,” jelas Totok.

Untuk bisa tetap menjaga jarak saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, jumlah siswa juga akan dibatasi dalam setiap kelas. Jika jumlah siswa dalam 1 kelas lebih dari 20, maka akan dibuat 2 shift dengan waktu yang akan diatur oleh masing-masing guru pengajar.

Tidak hanya itu totok juga menambahkan akan melakukan perubahan pada system pembelajaran dikelas saat tatap muka kembali dibuka. Kelas dengan jumlah siswa lebih dari 20 siswa akan diberlakukan system sift dengan waktu dan tempat diatur oleh masing-masing guru pengajar.

 

Baca : Kemendikbud Rubah Masa Pendidikan SMK Selama 4 Tahun

 

Pengurangan Jam Pelajaran

Kelas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar akan terlebih dahulu dilakukan penyemprotan. Agar ruang kelas kembali seteril jikasebelumnya digunakan oleh kelas lain. Untuk jam pembelajaran akan diberlangsung selama 4 jam saja.

Jika pembelajaran dapat dilakukan dengan online. Maka pilihan pertama adalah dengan menyelenggarakan pembelajaran online. Namun jika terpaksa harus bertatap muka maka dapat menggunakan kelas yang telah dipersiapkan dan harus mematuhi protocol Kesehatan disekolah.

“Namun untuk beberapa kegiatan belajar yang bisa dilakukan secara online, maka juga akan dilakukan secara online,” tegasnya dikutip dari Memontum.

 

 

Sumber : Memontum.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *