Kemendikbud Dinilai Hanya Mengganti Nama Program Lama

www.siswanesia.com

 

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyampaikan pandangannya terkait program pendidikan dari Kemendikbud. Menurut P2G Kemendikbud hanya mengganti istilah program yang sudah ada tidak ada nilai yang baru.

Satriawan Salim Koordinator Nasional P2G, menyebutkan salah satu program pendidikan yang sudah ada sebelumnya. Yaitu Profil Pelajar Pancasil yang didalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) telah tercantum. Didalam Undang-undang tersebut disebutkan ada ajakan untuk menciptakn pendidikan nasional bersadarkan pancasila.

 

Baca : Bantuan Kouta Gratis 15 Giga Perbulan, Mau? Gini Syaratnya

“Misalnya tentang Pelajar Pancasila bahwa setelah kami analisis itu bukan hal yang baru, tujuan pendidikan di UU Sisdiknas adalah profil tentang manusia Pancasila,” kata Satriwan dalam Ngopi Seksi siaran youtube Vox Populi Institute Indonesia, Minggu, 28 Februari 2021.

Satriwan menyebut soal pelajar Pancasila juga diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (Perpres PPK). Di perpres tersebut, dikatakan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di satuan pendidikan itu berdasarkan Pancasila, seperti disiplin, gotong royong, religius, kreatif hingga mandiri.

“Bahkan di Perpres PPK ini tidak hanya satuan pendidikan ya, tapi juga di pendidikan informal dan nonformal disitu lengkap mengatakan bahwa karakter yang dikembangkan itu berdasarkan Pancasila,” tutur dia.

 

Tidak Ada yang Baru

Program Profil Perlajar Pancasila saat ini tengah disosialisasikan kepada para guru. Hal ini dinilai suatu yang baru oleh sebagian besar guru. Ada program penguatan karakter yang baru akan diterapkan. Namun menurut Satriawan Salim itu bukanlah hal yang baru.

 

Baca : Kemendikbud Berniat Ciptakan Banyak Creator Dari Peningkatan D4

“Kalau kita itu membaca kebijakan pendidikan nasional kita dan kita tidak amnesia sejarah, bahwa profil pelajar Pancasila itu jelas merujuk kepada Perpres PPK dan UU Sisdiknas, sedangkan sekarang menggunakan nama baru, namanya Profil Pelajar Pancasila,” papar dia.
Pertanyaan yang muncul saat ini adalah landasan hukum implementasi program tersebut. Dilain sisi disaat yang bersamaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan prepres PPK.

 

Baca : Catat! Jadwal Lengkap SBMPTN Tahun 2021

“Profil Pelajar Pancasila ini sudah berulang kali UU atau peraturan di atasnya itu diabaikan dalam membuat kebijakan baru, hanya seolah-olah baru. Kalau hanya mengadopsi di menteri sebelumnya itu bukan kreatif. Kita guru milenial ditantang kreatif untuk mengajar, kalau hanya mengulangi atau menduplikasi hal yang sudah ada itu bukan kreatif namanya,” tegas Satriwan.

 

Sumber : Medcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *