Kemendikbud Rilis 7 Program Prioritas Pendidikan Tahun 2021

www.siswanesia.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan tanggapan tentang rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

 

Program Prioritas Pendidikan untuk tahun anggaran 2021 secara resmi disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Program ini dijalankan berhuban dengan filosofi Meredeka Belajar.

“Hampir semua program kita itu bertumpu untuk memberikan suatu kemerdekaan bagi murid, kemerdekaan bagi guru, kemerdekaan bagi unit pendidikan dan juga kemerdekaan bagi ekosistem pendidikan untuk berpartisipasi dalam dunia pendidikan,” kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (3/9/2020), seperti tersiar di kanal Youtube DPR RI.

 

Baca : The Future Skill University Sistem Pendidikan Dimasa Depan

Berikut program-program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2021:

1. Pembiayaan Pendidikan

Nadiem Makarim menyampaikan, kemerdekaan untuk memperoleh Pendidikan adalah hal yang paling penting dan akan menjadi fokus Kemendikbud. Anggaran dana untuk Pendidikan ditahun 2021 adalah sebesar Rp 27,26 triliun. Anggaran ini akan difokuskan untuk pembiayaan Pendidikan melalui Program Indonesia Pintar/Kartu Indonesia Pintar Sekolah, tunjangan profesi guru, KIP kuliah dan pembinaan sekolah Indonesia luar negeri.

Rp 9,6 miliar akan disalurkan untuk Program Indonesia Pintar. Kartu indoneia pintar kurang lebih 17,9 juta siswa. KIP Kuliah dengan kurang lebih 1 juta mahasiswa dengan anggaran 10 miliar. Sedangkan untuk profesi guru dianggarankan sebanyak 7 miliar yang akan menyasar sekitar 363.000 guru.

“Ini adalah semuanya dalam objektif untuk memberikan kemerdekaan akses kepada masyarakat yang kurang mampu kepada pendidikan yang layak dan itu adalah yang pertama,” papar Nadiem.

2. Digitalisasi sekolah

Nadiem Makariem mengatakan siswa berhak mendapatkan informasi dan konten yang setara. Hal ini mengacu pada konsep yang digagas oleh Nadiem Makarim yaitu merdeka belajar.

“Digitalisasi sekolah adalah program kita, kemerdekaan untuk di daerah manapun mendapatkan akses konten-konten kurikulum yang baik, mendapatkan akses ke konten pengajaran, akses pelatihan dan akses kepada data dan juga berbagai macam bantuan melalui digital,” papar Nadiem.

Untuk program digitalisasi sekolah nantinya aka nada empat kegiatan utama. Yang pertama adalah penguatan platform digital dengan anggaran Rp 109,85 miliar. Selanjutnya konten belajar yang tayang di TVRI dengan anggaran sebanyak 132 miliar.

 

Baca : Kuota Internet 50 Giga Gratis untuk Mahasiswa dan Dosen

 

“Belajar dari rumah di TVRI bukan hanya sesuatu yang hanya kita lakukan di masa pandemi. Karena respon masyarakat yang begitu positif, kita akan terus meningkatkan ini sebagai salah satu channel supplement pendidikan nasional, baik kurikulum maupun nonkurikulum,” jelas Nadiem.

Ketiga, bahan belajar dan model media pendidikan digital dengan anggaran Rp 74,02 miliar.

“Jadi kurikulum yang tadinya hanya offline bisa available juga dan lebih interaktif di online,” ucap Nadiem.

Keempat, penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) dengan anggaran Rp 1,175 triliun. Nadiem mengatakan, anggaran yang cukup besar ini untuk pengadaan unit laptop bagi guru dan siswa menghadapi uji asesmen kompetensi yang direncanakan Kemendikbud berlangsung tahun depan.

“Laptop-laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga untuk memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak,” kata dia.

 

3. Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak

“Bisa dibilang, secara substantif merupakan program yang terpenting, karena tidak ada yang namanya peningkatan mutu tanpa adanya peningkatan mutu dari guru,” jelas Nadiem.

Nantinya program ini akan terbagi menjadi empat kegiatan. Yang pertama adalah sertifikasi guru dan tenaga Pendidikan. Kedua ada peningkatan kompetensi dan kualifikasi GTK. Ketiga ada penjaminan mutu, advokasi daerah dan sekolah. Yang terkhir dari program ini adalah pembinaan peserta didik.

“Guru penggerak ini adalah metode identifikasi guru-guru baru, yang akan memastikan bukan hanya guru itu kompeten, tetapi punya kemampuan untuk mementor guru-guru lain. Dan dia punya jiwa kepemimpinan,” papar Nadiem.

Guru penggerak itu, lanjut dia, adalah calon-calon pemimpin dan kepala sekolah masa depan.

4. Peningkatan kualitas kurikulum dan Asesmen Kompetensi Minimum

Secara resmi Nadiem Makarim telah memberhentikan Ujian nasional dan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survey Karakter.

“Kita akan pindah tahun depan ke asesmen kompetensi dan survei karakter,” papar Nadiem.

Asesmen Kompetensi Minimum akan berfokus pada cara mengukur kompetensi dengan standar yang lebih global. Penekanan yang diberikan pada program ini adalah bagaimana kemampuan bernalar, baik di numerasi, literasi, ditambah lagi dengan nilai-nilai Pancasila.

 

Baca : Kuota Internet 50 Giga Gratis untuk Mahasiswa dan Dosen

Sehingga para siswa akan merdeka dari deskriminasi yang selama ini terjadi. Seperti halnya anggapan bahwa yang dapat mengikuti bimbil memiliki potensi nilai yang baik.

“Ini memerdekakan anak kita dari status ekonomi apapun. Ini bukan lagi masalah menguasai materi namun mengenai kemampuan mengolah informasi dan bernalar kritis,” jelas Nadiem.

Kemendikbud menganggarkan program kurikulum dan asesmen kompetensi minimum sebesar Rp 1,48 triliun.

Untuk program Assesmen Kompetensi Minimum Kemendikbud akan dianggarkan sebesar Rp 1,48 triliun.

5. Revitalisasi Pendidikan Vokasi

Kemendikbud akan lebih focus untuk peningkatan mutu SDM setelah itu focus akan digeser kepatan peningkatan sarana dan prasarana. Caranya dengan memfasilitasi program pernikahan masal antara Pendidikan vokasi dengan industry.

“Karena mesin-mesin hebat yang tidak bisa dioperasionalkan, itu akan mubazir. Bahwa anggaran kita belum terserap dengan baik karena belum ada pelatihan terhadap penggunaan prasarana yang lebih baik,” kata dia.

Alokasi dana yang akan digunakan untuk mendanai program pernikahan masala ini sebesar Rp 5,20 triliun. Dengan begini SMK dan Politeknik dapat mendatangkan pakar-pakar pelatih dan guru terbaik dari lingkungan industry.

 

6. Program Kampus Merdeka

Kemendikbud menganggarkan dana Rp 4,42 triliun untuk merubah perguruan tinggi menjadi universitas yang lebih otonom dan akuntabel.

Menurut Nadiem Makarim universitas dapat dengan leluasa menentukan nasib mereka masing-masing, untuk menentukan spesialisasi masing-masing. Termasuk dalam segi peningkatan SDM Pendidikan tinggi dan membantu perguruan tinggi mendapatkan akreditasi internasional dan dapat berkopetisi ditingkat dunia.

“Kita membantu sekolah-sekolah yang tak ada biaya akreditasi internasional, kita dukung,” jelasnya.
Keunggunlan dari program kampus merdeka lainnya adalah, mahasiswa dapat mengembangkat potensi diri dan pengalamannya di luar kampus.

“Satu semester bahkan dua semester di luar kampus, di kampus lainnya, mengajar di sekolah, proyek sosial di desa, magang diperusahaan, mengambil kursus sertifikasi, semuanya mendapatkan full SKS,” jelas Nadiem.

 

 

Baca : Kolaborasi Kunci Perkembangan Pendidikan Tinggi Islam

 

7. Pemajuan Budaya dan Bahasa

Program Pemajuan Budaya dan Bahasa mendapatkan anggaran sebesar Rp 622,6 miliar. Terdiri dari peningkatan SDM dan lembaga kebudayaan, acara kebudayaan dan program publik, penguatan desa dan fasilitasi bidang kebudayaan, pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya tak benda, layanan kepercayaan dan masyarakat adat, gerakan literasi nasional dan penerjemah, serta uji kemahiran Bahasa Indonesia.

 

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *