Kemendikbud Singkronkan SMK Denagn D2, Sekolah Lima Tahun

www.siswanesia.com

Foto oleh Anamul Rezwan dari Pexels

 

Wikan Sakarinto Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud mengatakan pihaknya akan melakukan singkronisasi antara Sekolah Menengan Kejuruan ( SMK ) dengan jenjang Diploma Dua ( D2 ). Ketika kebijakan ini telah berjalan, siswa SMK akan bersekolah selama lima tahun. Sebab siswa akan langsung melanjutkan ke jenjang Diploma Dua ( D2 ) tanpa daftar ulang.

Wikan Sakarinto menerangkan, dirinya terinspirasi pola Pendidikan vokasi dari negara jepang. Dengan pola tersebut jepang dapat menjadi negara maju terutama dibidang teknologi.

 

Baca : 7 Orang Positif Covid-19 Pembalajaran Tatap Muka Terancam Ditunda

 

“Nanti di bawah yang diperkuat D2. D2 nanti akan kita nikahkan dengan SMK. Jadi SMK dinikahkan massal dengan D2. Seperti SMK di Jepang, SMK lima tahun,” ucap Wikan di Kantor Tribunnews.com, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Wikan mengatakan program ini tidak akan memperpanjang masa studi di SMK hingga lima tahun lamanya. Melainkan hanya untuk mensinkronkan Pendidikan Vokasi antara Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) dengan Diploma Dua ( D2 ).

Menurut wikan, program ini bertujuan untuk mengupgrade softskill dari siswa dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ). Sehingga hasil yang diharapakan adalah lulusan ini nanti memiliki skill yang dibutuhkan untuk dunia industry baik didalam negeri ataupun internasional.

 

Baca : Kemendikbud Rilis 7 Program Prioritas Pendidikan Tahun 2021

 

Tak cukup sampai disitu, dengan skill yang matang siswa diharapan mampu mendirikan badan usaha sendiri dan tidak hanya bergantung pada dunia industry dan dunia usaha saja. Sehingga tingkat keterserapan tenaga kerja juga ikut meningkat seiring peningkatan kompetensi siswa.

 

S2 Terapan Hingga ke Jerman

Menempuh Pendidikan Vokasi memungkinkan siswa dapat melanjutkan Pendidikan hingga jenjang S2 terapan di luar negeri.

“Kalau dia cocoknya lebih ke hands on, praktikal, tapi tetap ada teorinya ya, masuklah SMK bisa sampai ke D4 atau bisa sampai ke S2 terapan di Jerman atau di Taiwan dan sebagainya,” tutur Wikan.

 

Baca : The Future Skill University Sistem Pendidikan Dimasa Depan

 

Saat ini, Kemendikbud bertekad melakukan Link and Match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi serta kapabilitas lulusan vokasi.

 

Sumber : TribunNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *