Paket Data Internet Jadi Penghambat Belajar Siswa di Lumajang

www.siswanesia.com

Dok. Unsplash

 

Masalah yang dihadapi dari awal berjalannya kegiatan belajar dirumah masih saja belum terselesaikan hingga kini. Yang paling disorot adalah terkait sarana dan prasarana pendukung yang belum memadai. Mulai dari belum meratanya pasokan listrik diplosok Indonesia hingga masalah paket internet yang mahal.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim M. Pd. Beliau menerangkan bahwa dengan masih berlangsungnya masa pandemi selalu muncul persoalan terkait belajar secara online.

 

Baca : Tak Punya Smartphone Siswa Tidak Bisa Sekolah Online

“Salah satunya memang masalah biaya pembelian paket data internet untuk keperluan belajar online tersebut. Kami juga menyikapi, jika memang perlu dibantu, Dana Bos Reguler juga bisa diarahkan untuk membantu membeli paket data tersebut, yang dilakukan secara selektiv kepada siswa yang memang tidak mampu,” kata Drs. Agus Salim M.Pd kepada Jatimtimes, melalui sambungan ponselnya, pagi ini, Minggu (26/7) dukutip dari JatimTimes.

 

Tak Punya Smartphone

Namun masalah yang dihadapi tidak hanya persoalan paket data saja. Ada masalah lain yang dihadapi siswa didaerah. Kwalitas sinyal yang kurang baik di daerah pegunungan hingga masalah belum memiliki smartphone untuk kegiatan sekolah online.

“Kami memahami dengan semua masalah itu. Akan tetapi untuk saat ini, dimana belajar tatap muka masih dibatasi, maka belajar online masih bisa menjadi pilihan yang bisa dilakukan, agar siswa tetap bisa menyerap materi pendidikan,” kata Agus Salim kemudian dikutip dari JatimTimes.

 

Baca : Lima Prinsip Penentuan Tunjangan Profesi Guru Dari Kemendikbud

Agus Salim juga merasakan kesulitan yang dihasapi siswa. Terutama siswa yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Menurtnya siswa Sekolah Dasar sangat membutuhkan peran guru sebagai pendamping dalam belajar. Walaupun dirumah ada orang tua yang selalu mendampingi, namun itu tidak cukup. Tidak semua orang tua siswa memiliki waktu yang leluasa untuk mendampingi anaknya mengerjakan tugas sekolah.

Pelajran Jarak Jauh (PJJ) bukanlah pilihan yang baik untuk diterapakan secara merata di Indonesia khususnya daerah Kabupaten Lumajang. Agus Salim mengharap kepada Kementrian Pendidikan dan kebudayaan ( Kemendikbud ) untuk segera mengatasi masalah ini.

“Kami juga tidak ingin belajar secara online, jika tidak ada Covid-19. Lumajang saat ini kembali ke Zona Oranye, dimana belajar secara tatap muka memang masih dibatasi. Makanya kami meminta kepada orang tua untuk memahami kondisi ini sebagai persoalan bersama, dan persoaan ini tidak hanya menimpa dunia pendidikan,” urai Agus Salim kemudian.

 

Baca : Sekolah Pemuda Program Pendidikan Menyambut Bonus Demografi

 

Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati menginformasikan bahwa kegiatan sekolah akan terus dilaksanakan secara daring. Mengingat Kabupaten Lumajang belum masuk zona hijau covid-19. Atau jika ada keputusan lain dari presiden untuk membuka seluruh sector Pendidikan Indonesia.

 

Sumber : JatimTime

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *