Penerimaan Peserta Didik Baru Online Sumber Masalah Baru

Webisite Resmi Penerimaan Peserta Didik baru Online Provinsi jawa Timur.

Pendidikan Indonesia mulai merasakan dampak kejenuhan akibat terus meningkatnya kasus penularan covid-19. Kurang lebih tiga bulan lamanya siswa melaksanakan kegiatan belajar dirumah baik secara online maupun offline. Membuat siswa jenuh, bosan dan paling berbahaya adalah kehilangan semangat belajar.

Namun kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Sebentar lagi tepatnya tanggal 13 Juli 2020 tahun ajaran baru akan resmi digelar. Persiapan demi persiapan telah dilaksanakan untuk mempersiapkan ajaran baru. Mulai dari kurikulum darurat hingga yang paling hanggat dibijarakan adalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ada yang baru dengan sistim Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2020. Pada tahun ini pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru Online. Kebijakan ini diambil untuk tetap menjaga agar orang tua dan siswa tetap di rumah saja.

Namun Penerimaan Peserta Didik Baru Online tidak semata-mata menyelesaikan segala masalah yang timbul. Bagi sebagian orang system ini malah menambah masalah bagi mereka. Terbukti dengan berbagai aduan yang disampaikan melalui daring.

“Pengaduan didominasi masalah teknis yang mencapai 10 kasus atau 66,66 persen. Sedangkan pengaduan terkait kebijakan sebanyak 5 kasus atau 33,33 persen dari total pengadu,” kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti seperti dikutip dari Kompas.

 

Gagap Teknologi

Aduan yang sering muncul adalah masalah orang tua siswa yang mengaku Gagap Teknologi. Penerimaan Peserta Didik baru Online dirasa memberatkan untuk orang tua yang tidak begitu mengerti dengan system berbasis online. Akhirnya orang tua siswa berbondong-bondong kekantor KPAI, meminta untuk didaftarkan Penerimaan Peserta Didik Online.

 

Protokol Kesehatan Yang Longgar

Panitian Penerimaan Peserta Didik Baru terkadang tidak mematuhi potokol Kesehatan yang dihimbau dari pemerintah. Mulai tidak memakai masker hingga tidak mematuhi jarak aman untuk physical distancing. Peneriamaan Peserta Didik Baru belum bisa secara murni dilakukan dengan istem online.

 

Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru Online Belum Jelas

Minimnya informasi yang mengangkat maslah Penerimaan Peserta Didik Baru Online membuat orang tua siswa buta akan informasi. Walaupun ditengah situasi seperti ini banyak grup Whatsapp dibentuk bersama wali kelas siswa untuk memudahkan informasi. Tetapi dalam praktiknya grup Whatsapp tersebut hanya sebatas memberikan tugas dari wali kelas kepada siswa. Tanpa dibarengi dengan update informasi terkait Pendidikan.

Menanggapi aduan dari masyarakat terkait permasalahan yang dihadapi. Pemerintah akan menyelesaikan masalah ini dalam waktu singkat. Sehingga saat Penerimaan Peserta Didik Baru Online dapat dihindarkan. Siswa juga dapat belajr dirumah dengan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *