Penolakan RUU KUHP Terus Terjadi Sampai Ke Daerah.

www.siswanesia.com
Dok. Siswanesia / Arik Subekti
Siswanesia – Aliansa Mahasiswa Tulungagung gelar aksi didepan gedung DPRD Tulungagung.
Kamis, 26 September 2019 merupakan hari dimana seluruh mahasiswa Tulungagung melakukan aksi penolakan terhadap RUU KUHP. Seluruh mahasiswa berkumpul di pasar pahing Tulungagung sejak pukul 07.30 pagi. Kemudian bersama sama menuju gedung DPRD Tulungagung untuk menyuarakan aspirasi nya.
Dalam orasinya, aksi turun ke jalan ini adalah menuntut kepada DPRD Tulungagung supaya apa yang dikeluh kesahkan mahasiswa ini di sampaikan kepada pimpinan pusat DPR, dan juga menuntut kasus sono keling yang ada di Tulungagung.
Acara dimulai dengan longmarch dari depan gedung Pemda menuju depan gedung DPRD.
Kegiatan aksi ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Tulungagung hingga memenuhi depan gedung DPRD Tulungagung. Terlihat keamanan dari jajaran polisi dan TNI ikut mengamankan aksi ini, untuk mengantisipasi adanya pemberontakan dan tindak anarkis jajaran keamanan juga memasang besi berduri disekitar gedung.
www.siswanesia.com
Dok. Siswanesia / Arik Subekti
Aksi kali ini mahasiswa menuntut beberapa poin yang diajukan kepada DPRD.
Poin poin itu adalah sebagai berikut ini.
  1. Menolak RKUHP pasal 218, 219, 252, 278, 432
  2. Meminta perkuatan RKUHP pasal 604
  3. Menolak pelemahan KPK dengan UU KPK dan Mendesak presiden mengeluarkan Perppu pencabutan UU KPK dan mengkaji ulang UU KPK di periode selanjutnya
  4. Menolak RUU Pertanahan pasal 26, 91 dan 95
  5. Mendesak pemerintah menyelesaikan kasus pembakaran lahan di Kalimantan dan Sumatra
  6. Mendesak pemerintah segera menyelesaikan konflik di Papua
  7. Mengutuk tindakan represif aparat kepolisian yang tidak manusiawi kepada mahasiswa dan menindak tegas oknum yang menjadi pelaku penganiayaan kepada mahasiswa
  8. Menuntut pemerintah daerah Menindak tegas oknum penebangan sonokeling di Tulungagung

Para mahasiswa juga meminta DPRD Tulungagung untuk menandatangani semua tuntutan mahasiswa, memberikan orasi dan juga membacakan semua tuntutan mahasiswa.
www.siswanesia.com
Dok. Siswanesia / Arik Subekti
Dalam orasinya perwakilan DPRD Bapak Marsono mengatakan kedatangan mahasiswa merupakan spirit untuk memperjuangkan hal-hal yang memang dibutuhkan oleh rakyat. Diakhir orasinya Marsono juga mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan menunggu aspirasi yang cerdas, lebih baik lagi untuk membangun Indonesia, sebagai manusia salah itu tempatnya ketika  disengaja itu tidak boleh dan diingatkan itu sangat bagus.
Mahasiswa juga meminta kepada Kapolres baru Tulungagung untuk menanggapi kasus sono keling dan tindakan refresif aparat kepolisian terhadap mahasiswa.
Aksi ini berjalan lancar dan kondusif, masa dibubarkan pada pukul 11.22 dan menuju ke kampus masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *