Semua Sekolah Didorong Menjadi Sekolah Terbaik

Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.(AFP/RICKY PRAKOSO)

 

Penerimaan peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 akan dimulai pekan depan. Namun pembukaan PPDB ini untuk Sekolah Dasar (SD) dan hanya di beberapa daerah saja.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membuka empat jalur pendaftaran. Yaitu jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua dan jalur prestasi.

Sri Wahyuni Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek menyebutkan, para orang tua bisa mendaftarkan anaknya ke Sekolah Dasar (SD) dengan kebijakan ppdb tahun ini.

 

Baca : Pendidikan Kena PPN Biaya Pendidikan Jadi Tinggi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Peraturan tersebut sebagai acuan dalam kebijakan PPDB sehingga para orang tua diharap memahami kebijakan tersebut.

“Saya berpesan kepada para orang tua, jangan mengejar sekolah favorit. Karena pada dasarnya sekolah di mana pun sama,” kata Sri Wahyuningsih seperti dikutip dari akun Instagram Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, Minggu (13/6/2021).

 

Pemerintah berupaya tingkatkan kualitas semua sekolah

Menurut Sri Wahyuni pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di semua sekolah. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, orangtua murid dan masyarakat untuk bersama-sama mempersiapkan satuan pendidikan menjadi favorit untuk anak-anak.

 

Baca : StartUp Digital Jadi Mata Kuliah di Tahun 2022

Kemendikbud telah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai program melalui kebijakan PPDB, Program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak dan sebagainya.

Namun Sri Wahyuni tidak memungkiri bahwa hal tersebut memerlukan bantuan semua pihak, mulai dari masyarakat dan orangtua siswa agar sekolah tempat akan-anak belajar itu menjadi sekolah yang baik untuk belajar.

Kualitasnya ditingkatkan terus dari waktu ke waktu, dan anak-anak pun nyaman di sekolah.

“Orangtua perlu terlibat aktif dalam upaya ini. Kita bersama-sama mewujudkan merdeka belajar, dan sama-sama menyiapkan anak-anak kita memiliki profil pelajar Pancasila,” ujarnya.

Kebijakan PPDB 2021 jenjang SD Mekanisme PPDB tahun 2021 jenjang SD dilaksanakan berdasarkan beberapa kebijakan berikut ini:

 

  1. PPDB 2021 dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel.
  2. PPDB dilakukan tanpa diskriminasi, kecuali bagi sekolah yang dirancang khusus untuk melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.
  3. Untuk ketentuan umur, pada PPDB 2021, calon peserta didik baru kelas 1 SD diprioritaskan memenuhi usia 7 tahun, atau paling rendah 6 tahun per 1 Juli tahun berjalan. Hal ini dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir.
  4. Usia paling rendah 5 tahun 6 bulan per 1 Juli tahun berjalan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa serta kesiapan psikis. Hal ini dibuktikan dengan rekomendasi profesional atau dewan guru sekolah yang bersangkutan.

 

Pendaran Dengan Sistem Online

Penerimaan pesertadidik baru tahun 2021 telah menggunakan sistem Pendaftaran Online. Jadi orangtua siswa tidak perlu repot datang ke sekolah untuk mendaftarkan putra-putrinya. “Apalagi di tengah pandemi Covid-19, semua dilakukan secara online dari sejak pendaftaran hingga pengumuman,” imbuh Sri Wahyuningsih.

 

Baca : Kartu Kebumen Sejahtera untuk Pendidikan Dari Bupati Kebumen

 

Kemendikbud telah menyiapkan kurikulum khusus pada masa pandemi ini, sehingga peserta didik dapat menjalani pembelajaran dengan baik meskipun belum maksimal tata muka di sekolah. Namun Sri Wahyuni mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab penuh pihaknya untuk memberikan pelayanan terbaik termasuk kelayakan pembelajaran bagi peserta didiknya.

PTM terbatas pada Juli 2021 Harus ada peran pemerintah daerah melalui pembinaan kepala sekolah dan guru untuk betul-betul menyiapkan pembelajaran di tahun ajaran baru. Baik yang sudah melakukan tatap muka terbatas maupun yang belum. Selain itu, yang paling penting, guru memahami gaya belajar peserta didik.

 

Baca : Pendidikan Vokasi Bukan Sekedar Menciptakan Seorang Tukang

 

Pihaknya mendorong pada bulan Juli 2021 nanti sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Perlu dipahami bahwa pembelajaran tatap muka terbatas tidak harus di ruang kelas. Guru bisa mengajak siswa bermain sambil belajar di luar kelas.

“Nah, ini perlu kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan dan menyiapkan pola-pola pembelajaran yang paling tepat untuk anak-anak didik kita sesuai kondisi pandemi ini,” pungkas Direktur Sekolah Dasar.

 

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *