The Future Skill University Sistem Pendidikan Dimasa Depan

www.siswanesia.com

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Dr Arif Satria. ANTARA/HO-IPB

 

Arif Satria Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan saar ini dunia tengah menghadapi disrupsi. Tidak tanggung-tanggung, menurutnya ada tiga disrupsi yang dihadapi. Ini akan mempengruhi sistem Pendidikan diberbagai negara.

Disrupsi yang pertama adalah peninggkatan didunia industri yang disebut sebagai revolisi industry 4.0. kemajuan teknologi dibidang kecerdasan buatan, data science, robotic dan Internet of Things (IoT).

Prediksi akan terjadinya perubahan pada system Pendidikan sangat dipengaruhi oleh revolusi tersebut.
“Future high education telah berubah dan kemudian ada beberapa skenario besar yang bisa kita rasakan di dunia ini,” ungkap Arif dalam pidatonya di Dies Natalis ke-57 IPB, Selasa (1/8).

 

Baca : Kuota Internet 50 Giga Gratis untuk Mahasiswa dan Dosen

The Future Skill University

Arif menyebutkan the future skill university dan my university. The future skill university adalah focus universtas mengajarkan skill yang dibutuhkan dimasa depan. Sedangkan my university adalah skenario dimana kebebasan diberikan kepada peseta didik dalam menentukan kurikulum. Pesertadidik bisa menentukan kurikulumnya sendiri berdasarkan kepentingan dan minat masing-masing pesetadidik.

“Ini adalah skenario-skenario yang memang ada. Berbagai negara di dunia juga sudah memberikan skenario yang barangkali berbeda. Saatnya Indonesia juga harus memiliki skenario-skenario untuk merespons disrupsi ini,” kata dia.

 

Baca : Kolaborasi Kunci Perkembangan Pendidikan Tinggi Islam

 

 

Revolusi Biologi

Disrupsi selanjutnya adalah revolusi biologi ( bio revolustion). Revolusi biologi adalah fenomena yang timbul dari aktivitas perkembangan genome efiting, stem cell biology, hybrid system, dan biocomputing.

Biocomputing adalah bidang yang dapat menggantikan perangkat keras penyimpanan data. Dimasa depan diprediksi kegiatan penyimpanan data tidak lagi menggunakan perangkat keras seperti memory. Nantinya akan digantikan dengan DNA. Jadi setiap manusia bisa menyimpan datanya masing-masing pad DNAnya.

“Ini penyimpanan data yang luar biasa. Jadi data-data yang ada di kita ini semua nanti akan bisa disimpan dalam strain DNA. Ini adalah revolusi biologi yang menurut saya luar biasa,” imbuhnya.

Arif mengatakan dengan dua disrupsi ini inovasi dimasa depan merupakan kombinasi dari teknologi informasi, biologi, kimia dan fisika. Pendekatan transdisiplin ilmu dalam inovasi akan menjadi kenyataan.
Disrupsi yang terakhir adalah pandemi yang sedang berlangsung saat ini dihampir sesluruh dunia.

 

Baca : Pendidikan Bela Negara Bukanlah Pendidikan Militer

 

Perubahan pembelajaran tatap muka dikelas kini berubah menjadi kelas virtual dari rumah. Menurut arif seluruh disrupsi yang ada ini menuntut pola pikir baru untuk mampu merespon dan beradaptasi.

“Kita akan mengalami ketertinggalan apabila kita fokus pada fix mindset. Sebuah cara berpikir yang tetap, yang statis, sementara kita melihat bahwa dunia di luar ini semakin lama semakin berubah,” ucap Arif.

Arif juga mengyampaikan kemampuan yang dibutuhkan pada tahun 2022 keatas. Menurutnya kemampuan seperti berpikir analitis, berpikir kritis, pemecahan masalah yang komplek, kecerdasan emosional, kempemimpinan dan kemampuan dibidang desain teknologi serta pemrograman.

 

Sumber : Validnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *